Timsus Bakal Kejar Penampung Minyak Illegal di Jambi

Dalam waktu dekat operasi penindakan illegal drilling di tiga kabupaten di Provinsi Jambi bakal digelar.

Timsus Bakal Kejar Penampung Minyak Illegal di Jambi
Istimewa
Foto penampakan lokasi minyak ilegal di Kabupaten Batanghari dari udara. 

Timsus Bakal Kejar Penampung Minyak Illegal di Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dalam waktu dekat operasi penindakan illegal drilling di tiga kabupaten di Provinsi Jambi bakal digelar. Pasalnya, tim khusus (timsus) untuk penindakan tersebut tengah dibentuk.

Ini disampaikan oleh Asisten I Setda Pemerintah Kabupaten Batanghari, Verry Ardiansyah. Dia mengatakan, hal ini berdasarkan hasil rapat mengenai penindakan operasi illegal drilling yang digelar di Pemprov Jambi pada Senin 24 Juni 2019 lalu.

"Kemungkinan dalam waktu dekat ini. SK Gubernur Jambi mengenai illegal drilling sudah disusun. Nanti bakal digelar rapat kembali. Karena saran dari Kemenkopolhukam bahwa Gubernur Jambi lah selaku ketua tim ini," jelas Verry saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Senin (15/7).

Menurutnya, tindakan yang nantinya bakal dilakukan oleh timsus pun tidak akan diekspos secara umum atau dilakukan tanpa sepengetahuan orang. "Kita pun tidak akan diberi tahu kapan tindakannya," katanya.

Baca: Penjaga Taman SPM Sabak Temukan Alat Kontrasepsi dan Botol Miras

Baca: Honda X-ADV 150 Siap Jegal Yamaha NMAX, Perkiraan Harga, Spesifikasi, Launching di GIIAS 2019?

Baca: Hotman Paris Kepincut Pedangdut Bella Nova yang Nyanyikan Cinta Suami Orang, Singgung Farhat Abbas?

Baca: Kader JKN - KIS Jambi Raih Prestasi nomor 3 se- Wilayah Sumbagteng Jambi

Verry melanjutkan, dari penindakan illegal drilling ini bakal ada tiga tahapan, pertama yakni tahapan sosialisasi.

"Kalau tahap sosialisasi tidak ditaati mereka maka akan dilakukan tindakan tahap kedua berupa peringatan. Lalu jika tidak juga maka akan dilakukan tahapan ketiga yakni tindakan tegas," lanjutnya.

Untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut, kata Verry, timsus tidak hanya akan menutup sumur. Melainkan mengejar penampung minyak ilegal. Lalu menyelidiki pihak-pihak terkait yang berada di balik kegiatan ilegal ini.

"Dan tidak menutup kemungkinan pula bahwa banyak oknum ASN dan aparat yang terlibat," jelasnya.

Seperti diketahui, aktivitas illegal drilling di Provinsi Jambi terdapat di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Muarojambi, Batanghari dan Sarolangun.

Belum lama ini, Gubernur Jambi menggelar rapat di Pemprov Jambi terkait penindakan illegal drilling di tiga kabupaten di Provinsi Jambi.

Dihadiri oleh Kemenkopolhukam, Mabes Polri, Polda Jambi, KLHK, Pertamina, SKK Migas, Pemerintah Kabupaten Batanghari, Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Pemerintah Kabupaten Muarojambi.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved