Kades Kedotan Bantah Penyataan Kadisbunak Muarojambi Soal Kambing Tak Diurus

Murtadon mengatakan, pada saat penerimaan bantuan tersebut, kondisi kesehatan kambing sudah menunjukkan gejala tidak sehat.

Kades Kedotan Bantah Penyataan Kadisbunak Muarojambi Soal Kambing Tak Diurus
National Geographic
Kambing merumput di dekat Candi Blandongan di situs Batu Jaya. Di candi inilah ditemukan tiga kerang 

Kades Kedotan Bantah Penyataan Kadisbunak Muarojambi Soal Kambing Tak Diurus

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Kepala Desa Kedotan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Murtadon membantah bahwa bibit kambing yang diserahkan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Muarojambi mati akibat tidak diurus.

Bahkan menurut Murtadon, pada saat penerimaan bantuan tersebut, kondisi kesehatan kambing sudah menunjukkan gejala tidak sehat. Ia menyebutkan bahwa setelah penerimaan bantuan, kondisi kambing keesokan harinya ada yang mengalami demam dan sakit mata.

"Jadi jangan dikatakan karena pengaruh banjir atau dilepas liarkan. Kambing itu kita kandang, dasar bibitnya saja yang kurang baik," ujarnya, Senin (15/7).

Sebelumnya diberitakan bahwa sejumlah kambing yang diperoleh dari bantuan pemerintah Kabupaten Muarojambi banyak yang mati.

Baca: Kambing Bantuan Pemerintah Mati, Zulkarnain: Kambing Itu Kebanyakan Makan Rumput

Baca: Ini Jadwal Keberangkatan CHJ Kabupaten Kerinci ke Mekkah

Baca: Surat Kendaraan Anggota Kodim Sarko Diperiksa, Dandim Sarko Pesan Ini ke Prajurit

Baca: Bupati Batanghari Tolak Surat Silaturahmi PT DMP, Buntut Penutupan Saluran Pembuangan Limbah

Baca: 274 Ribu Warga Jambi Miskin, BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin Menurun

Kambing tersebut diketahui merupakan bantuan yang dianggarkan pada tahun 2017 oleh Pemerintah Kabupaten Muarojambi melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muarojambi.

Kematian sejumlah kambing bantuan dari pemerintah Kabupaten Muarojambi tersebut terjadi di Desa Kedotan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi. Terhadap hal tersebut tidak dipungkiri oleh Kepala Disbunak Kabupaten Muarojambi, Zulkarnain. Namun menurut Zulkarnain kambing yang mati tidak terlalu banyak.

Sementara itu, dilanjutkan oleh Murtadon, bahwa pihaknya juga membantah penjelasn bahwa kambing itu mati karena pengaruh banjir atau kurang diurus sehingga kurang gizi. Ia masih menyebutkan bahwa kambing tersebut murni mati karena bibit kambing yang memang tidak bagus.

Ia menambahkan bahwa, pihaknya menerima 10 ekor kambing yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Muarojambi melalui Disbunak Kabupaten Muarojambi. Bahkan untuk mempertegas kondisi tersebut, Murtadon menyebutkan dirinya secara langsung menerima bantuan tersebut.

"Yang kita terima itu ada sepuluh ekor, serah terimanya waktu itu di Desa Keranggan. Saya sendiri yang jemput ke sana, dan memang kondisinya kurang baik, kurus juga," sebutnya.

"Dari sepuluh yang kita terima itu, yang mati tujuh ekor. Jadi sisanya ada tiga, alhamdulillah sudah berkembang biak, kita urus dan saat ini sudah jadi 14 ekor," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved