Divonis 1,5 Tahun Akibat Kasus Suap CPNS Muarojambi, Yusuf Masih Pikir-pikir

Terdakwa kasus dugaan suap CPNS Muarojambi Muhammad Yusuf divonis penjara 1 tahun 6 bulan, pada Senin (15/7) di Pengadilan Negeri Jambi.

Divonis 1,5 Tahun Akibat Kasus Suap CPNS Muarojambi, Yusuf Masih Pikir-pikir
Tribunjambi/Jaka HB
Terdakwa kasus dugaan suap CPNS Muaro Jambi Muhammad Yusuf divonis penjara 1 tahun 6 bulan, pada Senin (15/7) di Pengadilan Negeri Jambi. 

Divonis 1,5 Tahun Akibat Kasus Suap CPNS Muarojambi, Yusuf Masih Pikir-pikir

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa kasus dugaan suap CPNS Muarojambi Muhammad Yusuf divonis penjara 1 tahun 6 bulan, pada Senin (15/7) di Pengadilan Negeri Jambi.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Yusuf 1 tahun 6 bulan dengan denda Rp 50 juta subsidaiir 3 bulan,” kata Dedy Muchti Nugroho selaku ketua majelis hakim. Disertakan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 19,3 juta.

Setelah mendengar putusan, Yusuf ditanya hakim apakah pikir-pikir untuk ambil banding atau menerima. “Pikir-pikir yang muliah,” katanya setelah konsultasi dengan kuasa hukum.

Sebelumnya Ade Putra dan Rudi Firmansyah selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menuntut hukuman penjara yang sama. Pidana 1 tahun 6 bulan dan denda sebesar 50 juta rupiah dan subsidair 3 bulan.

"Perbuatan terdakwa terbukti dalam dakwaan ketiga sebagaiman diatur dalam pasal 11 UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata Rudi.

Baca: Tinggal Sehari, Fachrori Akui Belum Punya Nama Cawagub

Baca: FinAccel Dapat Kucuran Dana dari Telkomsel dan MDI Ventures

Baca: Asrama Haji Jambi Siap Tampung 400 Jamaah Sebelum ke Tanah Suci

Baca: Sekolah di Swasta, Anak Tak Mampu Diusulkan Dapat Bantuan Program Jambi Cerdas

Baca: Video: 4 Kebiasaan Ini Buat Kuman Cepat Menyebar, Tiup Lilin Kue Salah Satunya

Diketahui Yusuf terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim kejari Muarojambi dan Tim Kejati Jambi pada siang sekitar pukul 10.00 WIB di rumah pribadinya, di RT 06, Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, terkait dengan penerimaan CPNS.

Dari rumah Yusuf penyidik Kejari mendapatkan alat bukti berupa uang tunai sebesar Rp 19,3 juta yang akan diberikan oleh korban terhadap tersangka.

Usai melakukan OTT, tim kejari melakukan penggeledahan di kantor BKD Muarojambi sekitar pukul 16.30 WIB dan menemukan sejumlah alat bukti kasus OTT tersebut.

Tersangka tersebut disangka dengan tiga pasal pertama Pasal 12 huruf a UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kedua Pasal 12 huruf e UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atau sangkaan ketiga yakni pasal 11 UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved