Waspadai Karhutla di Puncak Kemarau, Manggala Agni Ruti Patroli

Memasuki puncak musim kemarau, Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun terus gencar lakukan patroli terpadu bersama TNI dan Polri.

Waspadai Karhutla di Puncak Kemarau, Manggala Agni Ruti Patroli
IST
Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun. 

Waspadai Karhutla di Puncak Kemarau, Manggala Agni Ruti Patroli

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Memasuki puncak musim kemarau, Manggala Agni KLHK Daops Sarolangun terus gencar lakukan patroli terpadu (patdu) bersama TNI dan Polri untuk mencegah terjadi kebakaran hutan dan lahan .

Kepala daerah operasional (Kadaops) Manggala Agni Sarolangun, M. Hakim melalui Harry Danru, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Daops Sarolangun mengaku dalam penangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ada perbedaan sedikit pada tahun ini dari tahun lalu. Perbedaan ini hanya pada jumlah posko serta jumlah personil, selebihnya persoalan teknis semuanya sama.

Lokasinya hanya tiga posko untuk tahun ini, yaitu Posko Desa Guruh Baru, Posko Desa Taman Dewa, dan Posko Desa Danau Serdang. Desa-desa itu tentu desa yang sangat rawan karhutla, dan dilihat dari sisi jumlah kebakaran lahan dan titik sebaran hotspot.

Baca: Momen Tour de Singkarak, Air Minum Segar Kembali Diproduksi

Baca: Apresiasi Pelanggan JNE, JLC Siapkan Hadiah Ratusan Juta hingga Liburan ke Luar Negeri

Baca: Penjual Rumah Fiktif di Jambi Divonis Hakim Lebih Berat

Baca: Izin Jual Mendominasi Perkara Permohonan di PN Muara Bungo

Baca: Tim Palembang Ikut Bersaing Rebut Gelar Juara Cyber Game Tribun Jambi

Dijelaskannya, inti dari patroli terpadu (patdu) ini adalah selain melakukan patroli juga yang paling utama adalah pendekatan kepada masyarakat langsung.

"Sehingga kita mengetahui apa saja kendala masyarakat dalam melakukan pembukaan lahan dengan cara tidak dibakar," katanya, Minggu (14/7).

Tahun ini kita berharap semoga kondisi lebih kondusif dari tahun sebelumnya. Artinya kita hindari pemadaman, lebih gencar pencegahan, kita akan terus berpatroli ke daerah-daerah rawan.

Selain itu, ada patroli gahkarhutla, dimana patroli terfokuskan pada satu dari beberapa kecamatan yang sudah ditetapkan untuk dijalani dalam kegiatan patroli.

"Semoga dengan patroli kita bisa cegah karhutla itu," ujarnya.

Sementara dari data Badan Meteotologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi kelas 1 sultan taha Jambi. Bahwa titik panas di Kabupaten Sarolangun sudah bermunculan.

Dari grup cuaca BMKG Jambi titik panas mulai muncul di Kecamatan Pauh Sarolangun. Titik panas ini kemungkinan akan bertambah selagi cuaca panas di atas 50 persen.

Kasi Data dan informasi BMKG Kurnianigsih menyebut, puncak musim kemarau untuk wilayah Jambi diprakirakan terjadi pada Juli dan Agustus 2019.

Dengan kondisi tersebut semua wilayah berpotensi mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca: Angka Perceraian ASN di Bungo Meningkat, Segini Jumlahnya Hingga Pertengahan 2019

Baca: Cuaca Jambi Diprediksi Tak akan Ganggu Pernerbangan Calon Jamaah Haji

Baca: Jambret Duit Rp 60 Juta dari Ibu-ibu, Kemas Diganjar Hukuman Tiga Tahun

Baca: Pemkot Jambi Siapkan Ganti Rugi Pemindahan Keramba di Danau Sipin

Baca: 2021, Dinas Kesehatan Targetkan Semua Puskesmas di Jambi Terakreditasi

Untuk mewaspadai munculnya titik api kebakaran lahan dan hutan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak melakukan aktivitas membakar sampah yang berlebihan dan tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat. Serta mewaspadai terjadinya kebakaran pemukiman

"Semua wilayah Jambi memiliki potensi terjadinya Karhutla," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved