Berita Sarolangun

Suku Anak Dalam Jambi yang Tewas Kecelakaan Tabrakan Dengan Truk Dimakamkan Secara Tradisional

Dua warga Suku Anak Dalam (SAD) yang tewas akibat kecelakaan pada Sabtu (13/7/2019) akhirnya dimakamkan.

Suku Anak Dalam Jambi yang Tewas Kecelakaan Tabrakan Dengan Truk Dimakamkan Secara Tradisional
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Suku Anak Dalam Jambi yang Tewas Kecelakaan Tabrakan Dengan Truk Dimakamkan Secara Tradisional 

Suku Anak Dalam Jambi yang Tewas Kecelakaan Tabrakan Dengan Truk Dimakamkan Secara Tradisional

TRIBUNJAMBI.COM - Dua warga Suku Anak Dalam (SAD) yang tewas akibat kecelakaan pada Sabtu (13/7/2019) akhirnya dimakamkan.

Kedua bocah malang ini dibawa ke tempat tinggal mereka masing-masing.

SAD Niti dibawa ke Dusun air hangat Desa Bukit Suban.

Sedangkan QU dibawa ke Dusun Punti kayu Desa Bukit Suban.

Pemulangan kedua bocah yang masih dibawah umur ini masing-masing Niti (10) dan QU (10) dibantu oleh pihak Polsek Air Hitam yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU CM Sitorus.

Kedatangan kedua jenazah bocah SAD disambut histeris oleh pihak keluarga.

Baca: Serangan Ulat Bulu di Nipah Panjang, Lakukan Water Bombing Jika Penyemperotan Tak Efektif

Baca: Lahan Tanam Kedelai di Tanjab Timur Menyusut Drastis, Tinggal 180 Ha Karena Hama dan Minimnya Bibit

Baca: Raih Suara Terbanyak di Kubu Oposisi, Mahfud MD Sebut Prabowo Bisa Pimpin Oposisi di DPR

Menurut salah seorang warga, kedua korban dimakamkan dengan cara berbeda.

Berdasarkan kepercayaan masing-masing, Niti yang merupakan umat kristiani sudah dimakamkan oleh pihak keluarga pada sore sekira pukul 14.00 WIB dibantu oleh Pihak Kepolisian.

Berbeda dengan Jenazah QU yang merupakan SAD Tradisional, hingga waktu Magrib masih menjalani Prosesi Adat Orang Rimba.

Dijelaskannya, bahwa memang warga SAD di Kecamatan Air hitam yang saat ini sudah menganut berbagai macam agama seperti ada yang sudah masuk Islam, Kristen dan ada juga yang masih menganut kepercayaan nenek moyang.

Dia sedikit mencontohkan jika SAD yang masih menganut kepercayaan nenek moyang. Ketika mati atau pun sakit harus dibawa di hutan.

"Ditaruh di hutan dan ditinggalkan  bersama seekor anjing," kata Ham, warga air hitam

Sedangkan identitas yang mengalami kecelakaan adalah Uk (17) Selaku Pengendara sepeda motor yang mengalami luka robek pada kaki dan tangannya, saat ini masih di rawat di Puskesmas.

Baca: Ayah dan Anak Ke Mekkah Kendarai Sepeda Motor, Anggota DPRD Merangin Jambi Ini Sudah Lewati 3 Negara

Baca: Serangan Ulat Bulu di Nipah Panjang, Lakukan Water Bombing Jika Penyemperotan Tak Efektif

Baca: Suku Anak Dalam Jambi Tewas Jadi Korban Kecelakaan, Ditabrak Truk Tronton Saat Sedang Kendarai Motor

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved