Pemkot Jambi Siapkan Ganti Rugi Pemindahan Keramba di Danau Sipin

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi masih memproses pemindahan keramba milik warga di Danau Sipin.

Pemkot Jambi Siapkan Ganti Rugi Pemindahan Keramba di Danau Sipin
Tribunjambi/Rohmayana
Pemkot Jambi fokus benahi Danau Sipin sebagai lokasi wisata. 

Pemkot Jambi Siapkan Ganti Rugi Pemindahan Keramba di Danau Sipin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi masih memproses pemindahan keramba milik warga di Danau Sipin. Sebab, tidak diperbolehkan lagi adanya keramba di tengah danau sipin.

Disampaikan Damiri, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi bahwa proses pemindahan keramba hingga saat ini masih belum keseluruhan dilakukan. Sebab, masih menunggu negosiasi besaran ganti rugi atau imbalan bagi keramba yang harus dipindahkan belum final. Sebab, besaran ganti rugi belum ditetapkan.

“Kita sudah beberapa kali bertemu dengan para petani keramba. Kita sudah sampaikan maksud dan tujuan dari pemerintah. Namun hingga saat ini prosesnya masih berjalan. Kita inginnya ada win win solution. Petani keramba tidak merasa dirugikan dan pemerintah bisa melaksanakan program yang sudah direncanakan untuk pengembangan kawasan Danau Sipin,” jelasnya.

Baca: 2021, Dinas Kesehatan Targetkan Semua Puskesmas di Jambi Terakreditasi

Baca: Gempa M 7,2 Guncang Halmahera, Terasa Hingga Manado, BMKG Sebut Potensi Kerusakan

Baca: Kenalkan Brand Fashion, Transmart Jambi Gelar Fashion Show di Rumah Kincir

Baca: Grace Natalie Sebut PSI Siap Pasok Kader Untuk Anggota Kabinet Jokowi-Amin, Banyak Stoknya

Baca: Video Live Streaming Pidato Kebangsaan Jokowi Malam Ini, Prabowo Bakal Hadir, Ada Via Vallen, Jamrud

Terkait jumlah ganti rugi yang akan diberikan kepada petani, Damiri mengatakan bahwa untuk perhitungan ganti rugi akan dihitung sesuai degan peraturan yang berlaku. Jumlah untuk setiap petani tentunya berbeda beda.

“Ada kajian PP nya. Karena itukan uang ganti ruginya menggunakan uang negara. Jadi tidak bisa sembarangan,” sebutnya.

Damiri menyebut, keramba yang berada di dalam zona akan dipindahkan. Nantinya petani bisa mengganti keramba tersebut menggunakan keramba terpal ataupun dipindahkan ke lokasi di luar zona.

“Yang kita maksud di dalam zona adalah keramba yang berada di tengah-tengah danau. Nanti akan dibuat garis di kiri dan kanan danau. Nah, nantinya tidak boleh ada keramba yang berada di dalam garis. Harus dipindahkan di luar zona tersebut,” jelasnya.

Damiri juga mengatakan bahwa petani keramba nantinya akan diberi ganti rugi atau imbalan. Mereka boleh menggunakan keramba terpal ataupun memindahkan keramba di luar zona.

“Melalui uang ganti rugi itulah yang nantinya bisa digunakan petani untuk memindahkan keramba mereka. Kita inginnya mereka tidak mengalami kerugian. Ini juga untuk kebaikan para petani ke depannya. Sehingga ikan-ikan mereka juga tidak mati dan bisa berkembang dengan baik,” jelasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved