Berita Tanjab Timur

Lahan Tanam Kedelai di Tanjab Timur Menyusut Drastis, Tinggal 180 Ha Karena Hama dan Minimnya Bibit

Luas lahan tanam kedelai di Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengalami penyusutan drastis.

Lahan Tanam Kedelai di Tanjab Timur Menyusut Drastis, Tinggal 180 Ha Karena Hama dan Minimnya Bibit
Tribun Jambi/Zulkifli
Tanaman kedelai milik petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur 

Luas Lahan Tanam Kedelai di Tanjab Timur Menyusut Drastis, Tinggal 180 Ha Karena Hama dan Minimnya Bibit

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Luas lahan tanam kedelai di Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengalami penyusutan drastis.

Pemicu berkurangnya luas tanaman di wilayah sentra palawija itu ditengarai oleh serangan hama dan persediaan benih.

Di tengah mengalirnya bantuan untuk tanaman komoditas kedelai baik melalui APBN maupun APBD di kabupaten Tanjung Jabung Timur, namun kondisi luas lahan tanam kedelai di Kecamatan Berbak tahun ini justru mengalami penyusutan drastis.

Hal tersebut dikarenakan kendala banyaknya serangan hama penyakit, serta minimnya persediaan benih dinilai menjadi pemicu utama terjadinya penurunan luas tanam.

Berdasarkan dari data balai penyuluh pertanian Kecamatan Berbak, luas tanam kedelai di tahun 2019 hanya mencapai 180 hektar.

Baca: Serangan Ulat Bulu di Nipah Panjang, Lakukan Water Bombing Jika Penyemperotan Tak Efektif

Baca: Suku Anak Dalam Jambi Tewas Jadi Korban Kecelakaan, Ditabrak Truk Tronton Saat Sedang Kendarai Motor

Baca: Ayah dan Anak Ke Mekkah Kendarai Sepeda Motor, Anggota DPRD Merangin Jambi Ini Sudah Lewati 3 Negara

Padahal di tahun 2018 luas tanam kedelai mampu mencapai 230 hektare yang tersebar di kecamatan Berbak, artinya tahun ini terjadi penyusutan seluas 50 hektar dibandingkan Tahun sebelumnya.

Dikatakan Kepala balai penyuluh pertanian kecamatan Berbak Sutarman, dikatakannya pada tahun ini kecamatan berbak mendapat bantuan benih kedelai Dari APBN dan APBD seluas 130 hektar.

" Bantuan benih itu untuk tumpang sari dengan jagung, kemudian ditambah lagi 30 hektar untuk benih penangkar kedelai, serta 25 hektar lahan swadaya dari masyarakat," jelasnya

Dikatakannya pula, untuk tahun ini terjadi pergeseran masa tanam, jika sebelumnya kebiasaan petani di Berbak pada bulan mei dan juni sudah memulai untuk menanam namun tahun ini justru lambat satu bulan.

" Ini disebabkan oleh debit air sungai batang hari yang Lambat surut sehingga masa tanam menjadi molor," jelasnya.

Baca: Trending di Youtube, Kunci Gitar Lagu Speechless Dinyanyikan oleh Naomi Scott Pemeran di Aladdin

Baca: Viral Hari Ini! Siapa Sebenarnya Leanna Leonardo, Hakim Cantik Nan Imut Bak Artis Korea, Ini Fotonya

Baca: Update Juli 2019! Harga Handphone (HP) Samsung Galaxy M10, Galaxy S10+, Xioami, Oppo, Asus, Vivo

Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved