Cuaca Jambi Diprediksi Tak akan Ganggu Pernerbangan Calon Jamaah Haji

Kondisi cuaca Jambi diprediksi tidak akan mengganggu penerbangan pada saat keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) pada 25 Juli mendatang.

Cuaca Jambi Diprediksi Tak akan Ganggu Pernerbangan Calon Jamaah Haji
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi Cuaca 

Cuaca Jambi Diprediksi Tak akan Ganggu Pernerbangan Calon Jamaah Haji

TRIBUNJANBI.COM, JAMBI – Kondisi cuaca Jambi diprediksi tidak akan mengganggu penerbangan pada saat keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) pada 25 Juli mendatang.

Dari pengataman pihak BMKG, menurutnya udara kabur memang beberapa kali terjadi. Ini bisa disebabkan oleh campuran debu, atau bisa juga asap kebakaran.

“Kalau jarak pandang minimal penerbangan itu, di 2500 meter masih aman untuk terbang,” kata Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Kurnia Ningsih.

Dijelaskan Ningsih, kondisi saat ini, Provinsi Jambi diselubungi awan rendah. Hal inilah yang menyebabkan cuaca seakan-akan tidak bersih. Namun pada dasarnya, menurutnya cuaca cukup clear dengan jarak pandang paling rendah sejauh 3000 meter.

“Beberapa hari ini bukan kabut asap, awannya rendah. Kalau analisa global, dalam beberapa hari ini cukup kering. Kalaupun ada hujan, itu sifatnya tiba-tiba dan sebentar,” katanya.

Baca: Jambret Duit Rp 60 Juta dari Ibu-ibu, Kemas Diganjar Hukuman Tiga Tahun

Baca: Pemkot Jambi Siapkan Ganti Rugi Pemindahan Keramba di Danau Sipin

Baca: 2021, Dinas Kesehatan Targetkan Semua Puskesmas di Jambi Terakreditasi

Baca: Gempa M 7,2 Guncang Halmahera, Terasa Hingga Manado, BMKG Sebut Potensi Kerusakan

Baca: Grace Natalie Sebut PSI Siap Pasok Kader Untuk Anggota Kabinet Jokowi-Amin, Banyak Stoknya

Sementara itu, untuk peluang hujan di Provinsi Jambi, hingga saat ini masih kecil. Kalaupun ada hujan, ini hanya bersifat shower, atau datang secara tiba-tiba dengan durasi yang cukup singkat.

Dia mengatakan, pada musim kemarau periode ini, terjadi fenomena elnino lemah. Sehingga musim kemarau akan lebih kering. Ini memang berpeluang timbulnya titik api. Sementara suhu di Provinsi Jambi masih rata-rata, yakni maksimalnya 33 derajat celsius.

Sementara itu, Apani Saharudin, Asisten I sekda Provinsi Jambi ketika dikonfirmasi mengenai kemungkinan udara berasap saat keberangkatan CJH, dia menyebutkan Bandara Sultan Thaha telah dilengkapi Instrument landing system (ILS). Sehingga kejadian tahun 2015 dimana CJH harus berangkat melalui Palembang, diharapkan tidak lagi terjadi.

“Bandara kita sudah pakai ILS. Jadi mudah-mudahan semua berjalan lancar. Tidak harus melalui jalur darat ke Palembang dulu baru terbang ke Batam,” tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved