Bupati Masnah Busro: KUPA dan PPAS Perubahan APBD Muarojambi 2019 Diproyeksikan Rp 124 Miliar

Rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Muarojambi juga di hadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Muarojambi, Salma Mahir

Bupati Masnah Busro: KUPA dan PPAS Perubahan APBD Muarojambi 2019 Diproyeksikan Rp 124 Miliar
tribunjambi/samsul bahri
Bupati Muarojambi, Masnah Busro menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian secara resmi rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara perubahan APBD Kabupaten Muarojambi tahun anggaran 2019, Senin (8/7/2019). 

Bupati Masnah Busro: KUPA dan PPAS Perubahan APBD Muarojambi 2019 Diproyeksikan Rp 124 Miliar

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Bupati Muarojambi, Masnah Busro menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian secara resmi rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara perubahan APBD Kabupaten Muarojambi tahun anggaran 2019, Senin (8/7).

Rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Muarojambi juga di hadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Muarojambi, Salma Mahir, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muarojambi, Eddison dan Amiruddin.

Selain itu, turut hadir OPD dan anggota DPRD Kabupaten Muarojambi serta unsur forkompimda di lingkup pemerintahan Kabupaten Muarojambi.

Dalam kesempatan ini disampaikan oleh Bupati Muarojambi, Masnah Busro bahwa POS pembiayaan pada APBD induk tahun anggaran 2019 dianggarkan sebesar Rp 1 Miliar rupiah.

"Pada KUPA dan PPAS Perubahan APBD Kabupaten Muarojambi tahun anggaran 2019 diproyeksikan sebesar Rp 123 miliar rupiah," ujarnya.

Lebih lanjut dirincikan oleh Masnah, penerimaan pembiayaan pada APBD induk tahun anggaran 2019 tidak dianggarkan pada KUPA dan PPAS perubahan APBD tahun anggaran 2019 diproyeksikan sebesar Rp 120 miliar rupiah.

Kenaikan Rp 3 Miliar rupiah berasal dari pos silpa APBD tahun anggaran 2018 yang telah diaudit BPK RI.

"Pada APBD induk tahun anggaran 2019 dan pada KUPA dan PPAS perubahan APBD Tahun 2019 pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 1 miliar rupiah untuk pos penyertaan modal pada Bank Jambi," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa untuk menyeimbangkan proyeksi dengan pendapatan, maka kekurangan anggaran pada pos belanja ditutupi dari pembiayaan netto sehingga menjadi berimbang. (*)

Penulis: syamsul
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved