Berita Bungo

Tingkat Kekeruhan Air yang Tinggi, PETI di Kabupaten Bungo Belum Tuntas

Tingkat Kekeruhan Air yang Tinggi, PETI di Kabupaten Bungo Belum Tuntas

Tingkat Kekeruhan Air yang Tinggi, PETI di Kabupaten Bungo Belum Tuntas
Tribunjambi/Mareza
Tingkat Kekeruhan Air yang Tinggi, PETI di Kabupaten Bungo Belum Tuntas 

Tingkat Kekeruhan Air yang Tinggi, PETI di Kabupaten Bungo Belum Tuntas

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Hingga kini, aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo masih belum dapat dituntaskan.

Berdasarkan informasi yang Tribunjambi.com himpun, aktivitas PETI di Kabupaten Bungo, kebanyakan masih dilakukan di aliran sungai-sungai yang ada di sana.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo melalui Kabid Konservasi Sumber Daya Alam DLH Bungo, Alfianto mengatakan, dampak dari PETI yang paling tampak oleh masyarakat adalah tingkat kekeruhan air yang tinggi.

Baca: Polisi Amankan 2 Tersangka, Lahan Perkebunan Karet di Sarolangun,Disulap Warga Jadi Penambangan PETI

Baca: Ratusan Lubuk Larang di Bungo Terancam PETI

Baca: 4 Dampak Negatif Kebiasaan Meniup Makanan dan Minuman Panas untuk Kesehatanmu!

Namun, terkait kandungan apa saja yang terdapat dalam air itu, dia mengaku belum sampai mengkajinya ke sana karena keterbatasan alat.

"Yang paling kelihatan itu, kekeruhan air. Tapi kalau kandungannya ada merkuri atau tidak, atau ada kandungan-kandungan lain, kita belum bisa cek karena keterbatasan alat kita," katanya.

Kendati demikian, pihaknya masih terus berupaya menangani permasalahan dompeng di Kabupaten Bungo dengan melakukan penertiban dan razia bersama tim yang telah ditunjuk.

Baca: Sosok Karina, Gadis Favorit Kota Jambi 2019, Belajar Mencintai Diri Sendiri, Bukan Berarti Narsis

Baca: Warga Sweeping Aktivitas PETI di Hutan Adat, Bupati Merangin Setuju yang Dilakukan Warga Desa Guguk

Baca: Lebih Bebas Berekspresi dalam Teater, Jadikan Ekskul Tempat Salurkan Bakat

Namun, penertiban tersebut nyatanya belum menimbulkan efek jera. Hal itu dikarenakan anggaran yang masih terbatas dan perlu koordinasi yang matang antarlini.

Terpisah, Wakil Bupati Bungo, Safrudin Dwi Apriyanto membenarkan jika masih ada pelaku PETI yang membandel, meski sudah ditertibkan berkali-kali.

"Saya dapat informasi, misalnya peralatan itu (PETI, red) dihancurkan, itu tiga hari kemudian mereka sudah bisa aktivitas lagi," ungkapnya.

Sejauh ini, pihaknya tetap melakukan upaya penertiban setiap kali menerima laporan masyarakat.

Namun, upaya tersebut, juga perlu dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Dusun (Pemdus).

"Kepada pemerintah dusun semua kita tekankan, untuk tidak terlibat dalam PETI dan menindak PETI di wilayah masing-masing. Kita juga sepakat sama Pak Kapolres dan Pak Dandim, semua laporan masyarakat yang masuk cepat kita tindak," katanya.

Tingkat Kekeruhan Air yang Tinggi, PETI di Kabupaten Bungo Belum Tuntas (Mareza/Tribun Jambi)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved