Gempar! Puluhan Santri Dilecehkan di Pesantren di Lhokseumawe, Pimpinan Bikin Berkali-kali di Kamar

Dua guru mengaji itu ditahan penyidik Polres Lhokseumawe karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 15 santri pria

Gempar! Puluhan Santri Dilecehkan di Pesantren di Lhokseumawe, Pimpinan Bikin Berkali-kali di Kamar
Serambi Indonesia
Pemerintah Kota Lhokseumawe akhirnya membekukan salah satu pesantren di wilayahnya, menyusul laporan dugaan kasus pelecehan santri. 

Gempar! Puluhan Santri Dilecehkan di Pesantren di Lhokseumawe, Pimpinan Bikin Berkali-kali di Kamar

Oknum pelaku tindakan cabul tersebut dihukum seberat-beratnya.

"Tak boleh ada perlakuan istimewa. Harusnya malah lebih berat."

TRIBUNJAMBI.COM, LHOKSEUMAWE - Puluhan wali santri Pesantren An, Kota Lhokseumawe, meminta pengembalian uang muka yang telah disetorkan ke pihak pesantren.

Aksi minta pengembalian uang itu dilakukan ramai-ramai oleh orang tua murid karena anaknya tak mungkin lagi melanjutkan sekolah di pesantren tersebut menyusul ditangkapnya pimpinan dan seorang guru pesantren tersebut, Kamis (11/7/2019).

Dua guru mengaji itu ditahan penyidik Polres Lhokseumawe karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 15 santri pria dengan cara (maaf, red) onani dan oral s3ks.

Sang pimpinan pesantren maupun oknum guru tersebut melakukan perbuatan tak terpuji itu di kamarnya masing-masing dengan menyasar santri berumur 13 hingga 14 tahun.

Imbas dari perbuatan tidak terpuji itu, sebanyak 60-an wali santri membuat laporan ke posko pengaduan yang dibuka Pemko Lhokseumawe di Pesantren An.

Laporan wali murid itu terkait proses kelanjutan pendidikan anak-anak mereka, sehubungan dengan dibekukannya sementara operasional pesantren tersebut setelah terungkapnya kasus asusila itu.

Kebanyakan wali santri juga menuntut pengembalian uang muka sekolah yang mereka setor ke pihak pesantren sebulan lalu.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved