Warga Protes Operasi PT DMP Dihentikan Gara-gara Kolam Limbah, "Tiga Anak Harus Saya Beri Makan"

Warga sekitar lingkungan PT Deli Muda Prakasa (DMP) masih protes dengan penutupan kolam saluran pembuangan limbah pada Rabu (10/7) lalu.

Warga Protes Operasi PT DMP Dihentikan Gara-gara Kolam Limbah,
Tribunjambi/Rian Aidilfi
DLH Provinsi Jambi menutup pembuangan limbah cair PKS milik PT eli Muda Perkasa di Batanghari. 

Warga Protes Operasi PT DMP Dihentikan Gara-gara Kolam Limbah, "Ada Tiga Anak dan Istri Harus Makan"

TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Warga sekitar lingkungan PT Deli Muda Prakasa (DMP) masih protes dengan penutupan kolam saluran pembuangan limbah pada Rabu (10/7) lalu.

Satu diantara warga yang protes adalah Zakaria. Dia mengatakan, banyak warga yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan tersebut. Termasuk dirinya.

"Ada tiga orang anak dan istri yang harus saya beri makan. Karena pekerjaan saya hanya dari perusahaan ini," ujar warga Desa Sengkati Baru, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Jumat (12/7).

Dia sangat menyesalkan tindakan dari pihak pemerintah yang melakukan penutupan terhadap kolam pembuangan limbah perusahaan tersebut. Sehingga berdampak kepada perusahaan yang tidak beroperasi.

Baca: Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 87 Miliar ke Luar Negeri

Baca: Dishub Jambi Berencana Ajukan Revisi Perda Angkutan Batubara, Ini Alasannya

Baca: Harga Emas Naik, Warga Jambi Manfaatkan untuk Peluang Investasi

Baca: 2020, Dinkes Muarojambi Targetkan Semua Puskesmas Terakreditasi

Baca: 2.000 Lansia Tak Bisa Apa-apa, Dinsos Jambi Ajukan Perda Lansia ke DPRD

"Ada belasan desa yang menjual hasil kebun sawitnya ke perusahaan itu. Beberapa diantaranya itu Desa Sengkati Baru, Desa Sengkati Lamo, Desa Pematang Gadung dan Desa Rantau Gedang," sebutnya.

Masyarakat yang menjual hasil kebunnya tersebut, kata Zakaria jelas tidak menyetujui tindakan itu.

"Saya pada intinya meminta agar perusahaan itu beroperasi lagi. Jangan sampai ditutup. Itu saja," jelasnya.

Sementara, Jefry selaku Mel Manager PT DMP mengatakan, pihaknya sudah menghubungi pihak manajemen perusahaan untuk mengirimkan alat berat berupa eksavator.

"Kira-kira hari Selasa alatnya sampai. Nanti kami akan menggali lagi kolam pembuangan limbah itu agar lebih dalam lagi," ujarnya.

Saat ini, kata Jefri, pihak perusahaan masih menerima bongkar muat TBS CPO dari masyarakat. Hanya saja jumlahnya tidak terlalu banyak dibanding hari biasanya.

"Iya kami masih beroperasi menerima TBS. Karena masyarakat protes dengan penutupan kolam limbah itu," katanya.

Pasca penutupan, pihaknya juga belum berkoordinasi lagi dengan DLH Kabupaten Batanghari.

"Mau menghubungi juga untuk apa pak. Yang jelas kami berusaha dulu untuk mencari solusi atas masalah ini," jelasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved