Kejari Sungai Penuh Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Saksi Kasus Bencal Jalan Pungut Mudik Sungai Kuning

Kejari Sungai Penuh terus melakukan pemeriksaan saksi, terhadap kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan jalan Pungut Mudik-Sungai Kuning.

Kejari Sungai Penuh Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Saksi Kasus Bencal Jalan Pungut Mudik Sungai Kuning

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh terus melakukan pemeriksaan saksi, terhadap kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan jalan Pungut Mudik-Sungai Kuning BPBD tahun 2017.

Bahkan, tiga saksi dari konsultan pengawas sudah diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh pada Selasa (9/7) lalu. Namun hanya dua yang penuhi panggilan Kejari.

Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh, Sudarmanto dikonfirmasi Tribunjambi.com, Jumat (12/7) membenarkan hal tersebut.

"Ya hanya dua saksi yang hadir, satu orang saksi tidak hadir," ujarnya.

Dia mengatakan, ketiga konsultan tersebut akan dijadwalkan pemeriksaan ulang pada pekan depan.

"Selasa Depan akan kita mintai keterangan lagi," sebutnya.

Sebelumnya Kejari juga telah memeriksa 6 orang saksi. Mereka terdiri dari pejabat dari Dinas PUPR dan BPBD Kerinci.

Baca: Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 87 Miliar ke Luar Negeri

Baca: Dishub Jambi Berencana Ajukan Revisi Perda Angkutan Batubara, Ini Alasannya

Baca: 2.000 Lansia Tak Bisa Apa-apa, Dinsos Jambi Ajukan Perda Lansia ke DPRD

Baca: 5 Orang Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pemukulan Kades Sengkati Baru

Sementara terkait pemeriksaan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan jalan Pungut Mudik-Sungai Kuning BPBD tahun 2017, Sudarmanto, menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi.

"Kita menunggu pemeriksaan saksi-saksinya selesai, secara bertahap," tandasnya.

Untuk diketahui, terhadap terkait dugaan korupsi proyek jalan Pungut Mudik Sungai Kuning BPBD tahun 2017 lalu dengan nilai Rp 5 miliar, Kejaksaan Sungai Penuh sudah menetapkan tiga orang tersangka. Yakni A selaku PPK, SE dan WAP selaku pelaksana pekerjaan. Dimana dalam kasus tersebut kerugian negara dari pengerjaan jalan Pungut -Sungai Kuning sekitar Rp 700 juta.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved