2.000 Lansia Tak Bisa Apa-apa, Dinsos Jambi Ajukan Perda Lansia ke DPRD

Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) mengajukan perda penanganan lansia ke DPRD.

2.000 Lansia Tak Bisa Apa-apa, Dinsos Jambi Ajukan Perda Lansia ke DPRD
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Arif Munandar. 

2.000 Lansia Tak Bisa Apa-apa, Dinsos Jambi Ajukan Perda Lansia ke DPRD

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) mengajukan perda penanganan lansia ke DPRD.

Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Arief Munandar mengatakan perda tersebut agar Lansia di Jambi dapat lebih diperhatikan.

"Sekarang Insyaallah perda untuk penanganan lansia di Provinsi Jambi tinggal disahkan. Jambi sendiri Alhamdulillah termasuk provinsi kelima untuk perda lansia. Jadi disitu nanti kita bagaimana menangani lansia lebih baik lagi," ungkapnya saat diwawancarai Tribunjambi.com, di ruang kerjanya.

Menurut Arief Munandar, dari 3.500.000 penduduk Provinsi Jambi, 233.000 di antaranya potensi lansia. Dan dari potensi itu ada sekitar 2 ribu lansia yang benar-benar sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

"Provinsi Jambi ini punya bonus demografi yang bagus. Artinya angka harapan hidup yang semakin baik. kenapa, ada sekitar 40 ribu lansia yang di atas umur 75 tahun, ini kan sudah luar biasa," terangnya.

Baca: 5 Orang Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pemukulan Kades Sengkati Baru

Baca: 2020, Dinkes Muarojambi Targetkan Semua Puskesmas Terakreditasi

Baca: Kambing Bantuan Pemerintah Mati, Zulkarnain: Kambing Itu Kebanyakan Makan Rumput

Baca: Pejabat Kejati Jambi Banyak Dimutasi, Ini Daftar Namanya

Seperti sekarang ini Pemprov Jambi memiliki satu panti jompo yang dihuni oleh sebanyak 71 orang yang memang benar-benar terlantar dan tidak punya keluarga, akan tetapi dari semua lansia itu, bukan berarti tidak potensial, namun ada juga lansia yang berpotensial.

"Ini lah kedepan, mungkin mereka masih bisa diberdayakan dan mungkin ada beberapa pekerjaan yang bisa diserahkan kepada lansia-lansia ini, seperti di luar negeri," terangnya.

Kedepan juga, pihaknya akan berupaya pula untuk menfasilitasi sarana dan prasarana dan akan membentuk semacam komunitas serta menyediakan taman bagi para lansia berkumpul untuk saling bertukar pikiran.

"Selanjutnya, dinas perhubungan juga mungkin sudah ada rencana untuk memprioritaskan lansia, contoh ketika mereka berpergian menggunakan pesawat sekalipun angkutan umum itu harus dikhususkan," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved