Penyelundupan Baby Lobster, Warga Tiongkok Menangis Dengar Vonis 1 Tahun 3 Bulan

Beberapa kali Kong Huiping mengangguk-angguk mendengar terjemahan Vera tentang vonis hakim Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (11/7).

Penyelundupan Baby Lobster, Warga Tiongkok Menangis Dengar Vonis 1 Tahun 3 Bulan
Tribunjambi/Jaka HB
Ramlan dan Sobirin yang merupakan ayah dan anak dijatuhi hukuman 1 tahun, karena terlibat dalam kasus penyelundupan benih lobster. 

Penyelundupan Baby Lobster, Warga Tiongkok Menangis Dengar Vonis 1 Tahun 3 Bulan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa kali Kong Huiping mengangguk-angguk mendengar terjemahan Vera tentang vonis hakim Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (11/7). Setelah dia mendengar jumlah kurungan beberapa kali Kong Huiping terlihat menyeka mata.

“Menjatuhkan pidana penjara pada Kong Huiping selama 1 tahun 3 bulan dengan denda 1 miliar subsider 1 bulan,” tegas Yandri Roni selaku ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi sekira pukul 13.20 WIB.

Selain itu Lucy dan Herman yang diketahui bekerja sebagai penerjemah Kong Huiping dijatuhi hukuman 1 tahun denda Rp 1 miliar dan subsider 1 bulan.

Terdakwa Andika, Ansori dan Zainuri juga divonis 1 tahun denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan.

Dalam sidang vonis terpisah Ramlan dan Sobirin yang merupakan ayah dan anak dijatuhi hukuman 1 tahun.

“Denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan,” kata Yandri Roni kemudian mengetukkan palu.

Baca: Lebih Separuh Lubuk Larangan di Jambi Ada di Bungo, Segini Jumlahnya

Baca: Bupati Batanghari Buka Acara TMMD ke-105 di Desa Ladang Peris

Baca: 54 Santri dan Tahfiz Ponpes Riyadhul Amien di Wisuda, Ini Harapan Pengurus Ponpes

Baca: Sopir Truk Dibegal Penumpangnya di Batanghari, Mobil PT. Mexia Dibawa Kabur

Baca: Pemprov Jambi Segera Buka Lelang Jabatan Direktur PT.JII

Padahal tuntutan sebelumnya diketahui cukup tinggi. Terdakwa bernama Kong Hui Ping dituntut 4 tahun penjara dendan Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan.

Sementara terdakwa Luchy, Herman, Ramlan, dan Sabirin dituntut 3 tahun penjara. Untuk terdakwa Zainuri, Purnama Andika Putra, dan Antoni masing-masing dituntut 2 tahun 6 bulan penjara. Mereka semua dikenakan denda masing-masing Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan penjara.

Para terdakwa tersebut dituntut berdasarkan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) jo pasal 100 jo pasal 7 ayat (2) UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah dirubah dengan UU RI Nomor 45 tahun 2009 jo pasal 55, 56 KUHPidana.

Diberitakan sebelumnya, Senin (13/5) Personil Markas Unit Patroli Kampung Laut melaksanakan penghentian terhadap Mobil Inova warna putih BH 1129 MJ yang diduga membawa baby lobster. Namun mobil tersebut kabur dan dikejar oleh personel hingga diamankan usai masuk ke dalam parit.

Melalui ahli dari Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) harga benih baby lobster ini tinggi. Benih saja bisa dihargai 150 ribu rupiah untuk satuan. Harga tersebut menurut pasaran di Singapura. Semakin besar bibit lobster maka akan semakin mahal harganya. 

Barang bukti dari kasus ini adalah sekitar 81 ribu baby lobster jenis pasir dan mutiara senilai Rp 12 miliar rupiah yang akan diselundupkan ke Singapura. 

Baca: Wabub Amir Sakib Keluhkan Masalah Tambang di Tanjab Barat

Baca: Tiang Listrik Patah Diseruduk Truk Batubara, Listrik di Sejinjang Padam

Baca: Datang ke Kota Jambi, DPRD Semarang Akui Tertarik Soal Pengolahan Sampah dan PAD Kota Jambi

Baca: Supir Mengantuk, Truk Batubara Terjun Bebas ke Sawah

Selain itu penyelundupan ini juga dapat berakibat jangka panjang bagi kelangsungan populasi baby lobster di Indonesia yang berdampak pula pada nelayan nantinya secara ekonomi. 

Para terdakwa dijerat dengan Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved