Pemprov Jambi Segera Buka Lelang Jabatan Direktur PT.JII

Dalam waktu dekat, Pemprov Jambi akan membuka lelang terbuka untuk mengisi kekosongan Direksi PT Jambi Indoguna Internasional.

Pemprov Jambi Segera Buka Lelang Jabatan Direktur PT.JII
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi Mukhtamar Hamdi. 

Pemprov Jambi Segera Buka Lelang Jabatan Direktur PT.JII

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dalam waktu dekat, Pemprov Jambi akan membuka lelang terbuka untuk mengisi kekosongan Direksi PT Jambi Indoguna Internasional (JII) BUMD Provinsi Jambi yang kepegurusanya dicopot beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi Mukhtamar Hamdi kepada Tribunjambi.com mengatakan, panitia seleksi lelang telah terbentuk dan SK nya sudah ditanda tangani Gubernur. "Insyaallah dalam waktu dekat ini, akan diumumkan melalai pendafatarannya," kata Mukhtamar.

Ditargetkan lelang jabatan ini akan selesai dan terpilih Direktur perusahaan pada pertengahan Agustus 2019.

Untuk tim Pansel sendiri, disampaikan Mukhtamar berasal dari unsur BKD mewakili pemerintah dan Perguruan Tinggi. "Kalau perguruan Tinggi ada dua salah satunya Prof Amri Amir ahli ekonomi, karena diseleksi jabatan tinggi pratama dia juga," ujar Mukhtamar.

Baca: Wabub Amir Sakib Keluhkan Masalah Tambang di Tanjab Barat

Baca: Tiang Listrik Patah Diseruduk Truk Batubara, Listrik di Sejinjang Padam

Baca: Deputi Setjen Wantannas Ingatkan Bahaya Dunia Maya, Ini Alasannya

Baca: Datang ke Kota Jambi, DPRD Semarang Akui Tertarik Soal Pengolahan Sampah dan PAD Kota Jambi

Baca: Supir Mengantuk, Truk Batubara Terjun Bebas ke Sawah

Mengenai persyaratan dan teknis seleksi semuanya ditentukan oleh Pansel. "Ranah kita cuma sebatas pembentukan Pansel, tetapi sudah masuk mengenai teknis seleksi itu kewenangan Pansel," imbuhnya.

Kata Mukhtamar, seleksi pimpinan PT JII ini merupakan dorongan dari Gubernur Jambi yang menginginkan BUMD tersebut lebih baik. Gubernur Jambi tidak mau sisa nilai ekuiditas perusahaan tersisa senilai Rp 1,8 Miliar tersebut habis lagi.

"Jadi itu yang musti kita selamatkan dulu, cara penyelamatanya dengan menempatkan orang yang benar-benar profesional di situ. Sehingga dia mampu mengelola bisnis yang betul-betul prospek ke depan," tambahnya.

Mengenai struktur organisasi perusahaan sendiri juga akan dirampingkan. "Dulu itu direktur ada tiga. ada direktur keuangan, dan lain-lain. Itu mau dirubah, menjadi manager operasional be, karena itu pemborosan keuangan," jelasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved