DLH Jambi Tegur 6 Perusahaan Terkait Pelanggaran Lingkungan

Pada tanggal 29 April 2019 DLH Provinsi Jambi sempat melayangkan Surat Rekomendasi Sanksi Administratif terhadap PT. DMP setelah menemukan outlet kola

DLH Jambi Tegur 6 Perusahaan Terkait Pelanggaran Lingkungan
Tribunjambi/Rian Aidilfi
DLH Provinsi Jambi menutup pembuangan limbah cair PKS milik PT eli Muda Perkasa di Batanghari. 

DLH Jambi Tegur 6 Perusahaan Terkait Lingkungan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi turut melakukan pengawasan aktivitas PT. Deli Muda Perkasa (DMP) di Kabupaten Batanghari sejak Maret 2019 lalu.

Pada tanggal 29 April 2019 DLH Provinsi Jambi sempat melayangkan Surat Rekomendasi Sanksi Administratif terhadap PT. DMP setelah menemukan outlet kolam IPAL tak sesuai baku mutu.

Selanjutnya pemberian sanksi adnisnistratif berupa paksaan pemerintah diterbitkan melalui surat keputusan Kepala DLH Batanghari dikarenakan legalitas izin lingkungan merupakan kewenangan kabupaten.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi Evi Primawati menjelaskan, dasar pengenaan sanksi kepada perusahaan karena tidak melakukan kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan sehingga mengakibatkan kualitas limbah pada outlet kolam IPAL tidak memenuhi baku mutu.

Baca: Dampak Kalau PT DMP Ditutup, Warga: Anak Istri Kami Mau Makan Apa

Baca: Disdik Batanghari Wajibkan Siswi SD dan SMP Berhijab

Baca: Target PAD Muarojambi Turun Rp 294 Juta, Ini Kata Sekda

Baca: Truk Batubara Oleng Lalu Terjun ke Sawah, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit

"Selain itu beberapa kewajiban dalam pengendalian pencemaran udara juga tidak dilakukan oleh PT. DMP," katanya kepada Tribunjambi.com, kamis (11/7/2019).

Disebutkan Evi, sampai saat ini DLH Provinsi Jambi sudah mengawasi 24 perusahaan yang merupakan kewenagan provinsi, dan memberikan sanksi terhadap 6 perusahaan berupa teguran tertulis.

"Beberepa sudah menjalankan tahapan perbaikan oleh manejemen perusahaan. DLH akan memberikan apresiasi jika perusahaan memenuhi poin-poin dalam teguran tertulis, sebaliknya akan meningkatkan ke sanksi yang lebih berat jika mengabaikan sanksi," ujarnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved