Deputi Setjen Wantannas Ingatkan Bahaya Dunia Maya, Ini Alasannya

Era Disrupsi ini fenomena dimana seharusnya aktivitas yang dilakukan di dunia nyata bisa dilakukan lewat dunia maya.

Deputi Setjen Wantannas Ingatkan Bahaya Dunia Maya, Ini Alasannya
Tribunjambi/Darwin
Marsda Sungkono, Deputi Pengembangan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional. Menyampaikan pemaparan di Tanjung Jabung Barat dalam kajian daerah, Kamis (11/7). 

Deputi Setjen Wantinas Ingatkan Bahaya Dunia Maya, Ini Alasannya

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL -Marsda Sungkono, Deputi Pengembangan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional mengatakan, hidup sekarang ada dalam dua dunia, dunia nyata dan dunia maya.

Hal itu disampaikannya dalam kunjungan ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam melakukan kajian daerah, Kamis (11/7). Dimana tujuan kedatangannya ke Jambi untuk melaksanakan suatu kajian.

"Untuk melaksanakan kajian yang sifatnya nasional, kita mengambil sampel nya di Tanjung Jabung Barat," katanya.

"Ingin mendapatkan data primer random sampling di dalam melakukan suatu masukan dan analisa serta rekomendasi kepada pimpinan (presiden RI)," katanya.

Baca: Datang ke Kota Jambi, DPRD Semarang Akui Tertarik Soal Pengolahan Sampah dan PAD Kota Jambi

Baca: Supir Mengantuk, Truk Batubara Terjun Bebas ke Sawah

Baca: Kesal Tak Boleh Pakai Motor, Wailik Pukul Kepala Ayahnya Pakai Kayu Balok

Baca: Jadi Jalur Tour de Singkarak, Ami Taher Dorong UMKM Promosikan Kerajinan dan Kuliner Kerinci

Dijelaskannya, dua dunia tersebut seperti pertemuan tatap muka ini adalah dunia nyata, dan saat bermain IT kita ada di dunia maya yang omongan sampai kemana saja.

"Kita selalu bermain di dua dunia. Dua dunia ini ancaman yang timbul sangat luarbiasa dan komplek, unpredictable, tidak bisa direncanakan nanti akan terjadi seperti ini, tidak bisa," katanya.

Oleh karena itu, menurutnya peradaban ini akan terus berkembang dan munculnya lima era, yaitu era globalisasi, cyber, digital launch, post true dan era Disrupsi. Sehingga manusia tidak bisa tinggal diam, seiring dengan perkembangan revolusi industri dari 1.0 menuju 4.0.

"Kondisi ini akan mempengaruhi peradaban kita. Orang akan terpengaruh dengan dunia maya," ujarnya.

Era Disrupsi ini fenomena dimana seharusnya aktivitas yang dilakukan di dunia nyata bisa dilakukan lewat dunia maya. Salah satu contohnya tidak perlu lagi tatap muka, tidak perlu mobil dan semua dikontrol melalui teknologi dan dunia maya.

Menurutnya, apabila manusia tidak dapat mengelola teknologi dengan literasi yang bagus, maka akan menjadi suatu ancaman. Kondisi teknologi tersebut mempengaruhi budaya dan peradaban manusia.

Sementara ancaman dunia nyata yang dikendalikan dari dunia maya seperti illegal driling, illegal logging, illegal fhising, narkoba dan lainnya. Karena semua dapat dipelajari saat ini dengan kemajuan teknologi.

Baca: Truk Batubara Oleng Lalu Terjun ke Sawah, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca: Dampak Kalau PT DMP Ditutup, Warga: Anak Istri Kami Mau Makan Apa

Baca: Target PAD Muarojambi Turun Rp 294 Juta, Ini Kata Sekda

Baca: DLH Jambi Tegur 6 Perusahaan Terkait Pelanggaran Lingkungan

Oleh karena itu hal yang dapat dilakukan yaitu bela negara, yang dalam konsepsi merupakan kecintaan terhadap NKRI.

"Bela negara adalah sikap, mental dan perilaku warga negara yang didasari cinta negara kesatuan republik Indonesia yang didasari Pancasil dan UUD 1945," katanya.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved