2 Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto Guru Honorer Korban Mutilasi di Kediri Tulis Permintaan Maaf!

Kini pelaku pembunuhan terhadap Budi Hartanto tersebut Aris Sugianto dan Azis Prakoso Minta maaf lewat keluarga korban lewat secarik kertas.

2 Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto Guru Honorer Korban Mutilasi di Kediri Tulis Permintaan Maaf!
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Kedua pelaku Aris Sugianto dan Azis Prakoso saat digelandang Anggota Reskrimum Polda Jatim, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM - Masih ingatkah dengan Budi Hartanto?, guru honorer yang tewas jadi korban mutilasi di Kediri.

Kini pelaku pembunuhan tersebut  Aris Sugianto dan Azis Prakoso Minta maaf lewat keluarga korban lewat secarik kertas.

Surat permintaan maaf itu ditulis saat Aris Sugianto dan Azis Prakoso di berkas perkara dan barang bukti yang dilimpahkan penyidik Polda Jatim ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Kabupaten Kediri.

Baca: Disdik Batanghari Wajibkan Siswi SD dan SMP Berhijab

Baca: Bacaan Surat Yasin Huruf Latin, Arab Beserta Artinya, Untuk Yasinan Malam Jumat, Ini 16 Keutamaannya

Baca: Target PAD Muarojambi Turun Rp 294 Juta, Ini Kata Sekda

Isinya, intinya meminta maaf kepada keluarga korban serta mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya.

Kedua tersangka pembunuhan Budi Hartanto guru honorer dimutilasi ini juga mengaku terus mendoakan agar korban Budi Hartanto diampuni dosa-dosanya dan diterima semua amal baiknya selama di dunia dan ditempatkan di tempat golongan orang-orang beriman.

Aris Sugianto mengaku sangat menyesal dengan kejadian yang mengakibatkan korban Budi Hartanto meninggal.

"Kami selalu mendoakan almarhum. Kami bacakan tahlil dan doa-doa setelah kami salat," ungkapnya.

 

Baca: Dua Minggu Aldi Persipkan Diri Untuk Bisa Menjuarai Tournament Tribun Jambi Cyber Games 2019

Baca: Dampak Kalau PT DMP Ditutup, Warga: Anak Istri Kami Mau Makan Apa

Baca: Truk Batubara Oleng Lalu Terjun ke Sawah, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit

Surat permintaan maaf untuk keluarga almahum dilakukan setelah berkonsultasi dengan tim penasehat hukumnya.

Kemudian tercetuslah inisiatif untuk menulis surat permintaan maaf tersebut.

Taufik Dwi Kusuma SH, penasehat hukum kedua tersangka kasus pembunuhan Budi Hartanto guru honorer dimutilasi menjelaskan, kedua tersangka telah menulis surat yang ditujukan kepada pihak keluarga korban.

Halaman
123
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved