Berita Nasional

Seorang Pria Membawa Besi Lakukan Perusakan Altar Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph di Denpasar

Seorang Pria Membawa Besi Lakukan Perusakan Altar Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph di Denpasar

Seorang Pria Membawa Besi Lakukan Perusakan Altar Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph di Denpasar
Tribun Bali / Putu Supartika
Umat gereja membersihkan sisa perusakan yang terjadi di Gereja Paroki Santo Yoseph, Denpasar, (9/7/2019) 

Seorang Pria Membawa Besi Lakukan Perusakan Altar Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph di Denpasar

TRIBUNJAMBI.COM, DENPASAR - Sekitar pukul 08.30 Wita, Selasa (9/7/2019) terjadi perusakan altar gereja Katolik Paroki Santo Yoseph Denpasar, Jalan Kepundung Denpasar, Bali yang dilakukan oleh seorang pria.

Beberapa kursi, patung, serta guci dirusak oleh lelaki tersebut.

Salah seorang warga, Dewa Nara yang kebetulan lewat dan membantu mengamankan pelaku mengaku perusakan ini dilakukan dengan menggunakan besi.

Baca: Disebut Makin Ganas Kala Kopaska TNI AL Kenakan Topeng Tengkoraknya, Musuh Dibuat Kocar-kacir

Baca: Sebanyak 131 Patok Perbatasan Indonesia Ditemukan Yonif R 613, Semuanya Belum Dijamah Sejak 1997

Baca: Jadi Wakil Presiden, Apakah Maruf Amin Tetap akan Pakai Sarung? Ini Aturan Berpakaian di Istana

Baca: Satu Keluarga Gelar Ritual Sesat, Polisi Kaget saat Grebek Rumah Pelaku, Semuanya Tak Kenakan Busana

Saat ini pelaku telah diamankan ke Polsek Denpasar Timur.

Pengurus KKP Keuskupan Gereja Katolik Denpasar, Yosep Yulius Diaz mengatakan kerusakan akibat perusakan ini berupa benda dan rasa.

Umat gereja membersihkan sisa perusakan di Gereja Paroki Santo Yoseph, Denpasar, Bali, (9/7/2019)
Umat gereja membersihkan sisa perusakan di Gereja Paroki Santo Yoseph, Denpasar, Bali, (9/7/2019) (Tribun Bali / Putu Supartika)

"Kerusakan benda dan rasa, ada satu dua rasa yang bisa kita perbaiki melalui instrumen Gereja. Ada satu yang cukup penting (dirusak) sebagai simbol namanya lampu Alah itu satu pecah memiliki kesakralan. Yang lain kan hal untuk membangkitkan kekaguman kita pada ciptaan Ilahi," katanya.

Ia pun mengimbau agar semua tetap tenang dan menyerahkan semuanya pada pihak berwajib.

"Sudah ditangani pihak berwajib, kita kawal bersama-sama tidak usah memviralkan hal-hal yang tidak perlu  agar tidak ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," katanya.

Terkait kronologi kejadiannya ia mengatakan menyerahkan semuanya pada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved