Rubrik Pendidikan

Sebuah Karya Tofan Mahdi 'Pena di Atas Langit' 1000 Eksemplar Ludes Diborong Pembaca

Tofan Mahdi Vice President of Communications PT Astra Agro Lestari Tbk mempersembahkan sebuah karya lewat 'Pena di Atas Langit'.

Sebuah Karya Tofan Mahdi 'Pena di Atas Langit' 1000 Eksemplar Ludes Diborong Pembaca
Istimewa
Buku Pena di Atas Langit di depan Balai Kota Oslo, Norwegia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tofan Mahdi Vice President of Communications PT Astra Agro Lestari Tbk mempersembahkan sebuah karya lewat 'Pena di Atas Langit'.

Tofan Mahdi tak menyangka jika buku 'Pena di Atas Langit' membuat publik penasaran hingga cetakan perdana ludes diserbu pembeli.

"TERIMA KASIH: Cetakan pertama buku “Pena di Atas Langit: Kumpulan Catatan Ringan Tofan Mahdi”, sudah tidak bersisa lagi. Habis. Malam ini, istri saya menyiapkan paket kiriman terakhir antara lain untuk PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) 10 eksemplar dan beberapa eksemplar untuk Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Pusat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan teman-teman di Jakarta, Bandung, dan Mojokerto. Praktis hanya sekitar dua pekan, 1.000 eksemplar buku perdana saya tersebut sudah terjual," kata Tofan Mahdi.

Baca: Tayang di Bioskop - Sinopsis Film Crawl, Teror Buaya di Tengah Badai Mampukah Haley & Ayahnya Lolos?

Baca: Listrik 4 Dusun di Kecamatan Pelepat, Bungo, akan Dialihkan Pengelolaannya ke PLN

Baca: Selain Persija vs Persib Bandung, Tonton Pertandingan Lain di Pekan 8 Liga 1 2019

Dijelaskannya sebagai sebuah buku non fiksi, beberapa teman mengatakan, buku Pena di Atas Langit sangat fenomenal. Fenomena ini tidak saja menggembirakan saya, tetapi juga editor bukunya." juga penulis kata pengantar buku saya: Bos Dahlan Iskan dan Mas Dr Agus Sudibyo (anggota Dewan Pers). “Alhamdulillah, Tofan,” kata Pak Dahlan Iskan melalui pesan WA," Tofan menambahkan.

Laris manisnya buku ini tidak saja menggembirakan penulis, tetapi juga para kolega dan sahabat yang ikut mewarnai buku ini melalui ”Catatan Singkat Sahabat”.

Pun para penulis buku juga selayaknya bergembira karena terbersit harapan bahwa gairah membaca buku masyarakat , di tengah gempuran informasi digital, masih cukup tinggi. "Di tengah rutinitas pekerjaan sebagai praktisi komunikasi korporasi, saat ini saya juga sudah mulai menyiapkan cetakan kedua: mungkin langsung 5.000 eksemplar," jelasnya singkat.

Baca: VIDEO: Viral, Pemilik Usaha Karaoke Protes ke Satpol PP, Kalau Semua Disurga Neraka Sapa yang Isi?

Baca: Uang Panaik Kurang Rp 5 Juta, Wanita Ini Pilih Kawin Lari, Tak Mempan Diancam, Lalu Bunuh Diri

Baca: Peringati HUT Bhayangkara ke 73, Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS, Makan Bersama Tahanan

Saya juga sedang berkomunikasi dengan perwakilan salah satu jaringan toko buku terbesar di Indonesia untuk menjajagi peluang kerjasama penjualan buku Pena di Atas Langit. Melihat response teman-teman yang sangat positif, saya semakin percaya diri untuk menulis buku-buku berikutnya.

Yang paling dekat tentu saja, buku “Pena di Atas Langit 2” yang isinya antara lain “10 cerita tentang Norwegia” dan beberapa catatan ringan lainnya.

Penulis: heri prihartono
Editor: heri prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved