Berita Nasional

Sebanyak 131 Patok Perbatasan Indonesia Ditemukan Yonif R 613, Semuanya Belum Dijamah Sejak 1997

Sebanyak 131 Patok Perbatasan Indonesia Ditemukan Yonif R 613, Semuanya Belum Dijamah Sejak 1997

Sebanyak 131 Patok Perbatasan Indonesia Ditemukan Yonif R 613, Semuanya Belum Dijamah Sejak 1997
Dispenad
Sebanyak 131 Patok Perbatasan Indonesia Ditemukan Yonif R 613, Semuanya Belum Dijamah Sejak 1997 

Sebanyak 131 Patok Perbatasan Indonesia Ditemukan Yonif R 613, Semuanya Belum Dijamah Sejak 1997

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Suasana haru menyelimuti penyambutan kembalinya personel Yonif Raider 613/Alam yang telah melaksanakan tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Utara.

Danyonif 613/RA Letkol Inf Fardin Maulana mengatakan kedatangan Satgasnya disambut oleh Komandan Brigif 24/BC Kolonel Inf Willy Brodus Yos Rohadi beserta para keluarga prajurit yang sudah menanti merapatnya kapal yang mengangkut para personel Yonif 613/RA di Dermaga Pelabuhan Malundung, Tarakan.

Willy mengatakan, tidak hanya masyarakat perbatasan yang merasa terbantu dengan keberadaan Satgas Pamtas tersebut melainkan juga segenap masyarakat Indonesia juga merasakan karena adanya batas negara yang aman.

Baca: Jadi Wakil Presiden, Apakah Maruf Amin Tetap akan Pakai Sarung? Ini Aturan Berpakaian di Istana

Baca: Satu Keluarga Gelar Ritual Sesat, Polisi Kaget saat Grebek Rumah Pelaku, Semuanya Tak Kenakan Busana

Baca: Raffi Ahmad Blak-blakan Rasa Penyesalannya Setelah 5 Tahun Menikah dengan Nagita Slavina

Baca: Sosok Wanita Ini Berani Jambak Nikita Mirzani, Bukan Barbie Kumalasari atau Lucinta Luna Loh

Baca: Serangan Kopassus ke Padepokan Mbah Suro, Sosok Kebal Peluru dan Sakti Mandraguna Simpatisan PKI

Hal tersebut disampaikannya dalam rilis tertulisnya di Tarakan pada Senin (8/7/2019).

“Apa yang sudah kalian perbuat tidak akan sia-sia, keberadan kalian sebagai Satgas pengamanan perbatasan merupakan efek tangkal bagi pihak manapun yang ingin merongrong kedaulatan dan keutuhan NKRI," kata Fardin mengutip sambutan Willy.

Fardin mengatakan Yonif Raider 613/Raja Alam bertugas di perbatasan RI-Malaysia selama sebelas bulan.

Dalam penugasan tersebut melibatkan 450 prajurit yang dibagi dalam 25 pos di sepanjang wilayah perbatasan Kaltara dengan Malaysia.

Baca: Terungkap Penyebab Wafatnya Bu Tien, Rumor Tertembak Pistol Anaknya dan Dirawat di RS Gatot Soebroto

Baca: Tak Takut dengan Musuh dan Terkenal Dingin, Hanya Sosok Ini yang Bisa Buat Soeharto Minder

Baca: Ingat Sosok Pria yang Ancam Penggal Presiden Jokowi? Dikabarkan Ia Menikah dengan Kekasih di Rutan

Baca: Susi Pudjiastusi Incar 10 Persen Saham Facebook dengan Tantang Mark Zuckerberg Lomba Paddling

Baca: Terjerat Kasus Penganiayaan Remaja, Habib Bahar bin Smith Divonis Hakim 3 Tahun Penjara

Selama bertugas, Fardin merasa bangga ketika prajurit menemukan patok negara yang sudah sejak lama tidak dijangkau manusia.

Hal tersebut dikarenakan jauhnya jarak menuju patok serta sulitnya medan yang dilalui.

"Satgas kami yang bertugas di Kabupaten Nunukan, memetik sedikit kebanggaan karena kami berhasil menemukan patok batas di wilayah Kecamatan Krayan yang belum pernah diketahui lagi keberadaannya sejak patok tersebut didirikan pertama kali pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1997 sejumlah 131 patok,” kata Fardin.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved