Ratusan Lubuk Larang di Bungo Terancam PETI

Maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo membuat Disnakan Bungo khawatir.

Ratusan Lubuk Larang di Bungo Terancam PETI
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
PETI di Sarolangun Makan Korban, 2 Orang Tertimbun Longsor, 1 Korban Meninggal, 1 Lagi Patah Tulang 

Ratusan Lubuk Larang di Bungo Terancam PETI

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo membuat Disnakan Bungo khawatir. Hal itu karena dampak dari PETI atau juga dikenal dengan dompeng dapat merusak ekosistem sungai.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bungo, Syaiful Azhar melalui Kabid Perikanan, Quswen Ikmal berharp aktivitas PETI di Kabupaten Bungo dapat dihentikan.

"Harapan kami untuk di Kabupaten Bungo ini, jangan ada pencemaran lingkunganlah. Termasuk kalau ada PETI, kita berharapnya bisa dihentikan," katanya.

Menurutnya PETI dapat merusak lubuk larangan. Padahal keberadaan lubuk larangan sangat dibutuhkan untuk melestarikan lingkungan, terutama ekosistem sungai.

Baca: Penimbunan Lokasi Gardu Induk PLN di Bram Itam Belum Lunasi Pajak

Baca: Lulusan Terbaik Setiap Prodi Langsung Kerja di RS Baiturahim

Baca: Bupati Masnah Ingin Sinergi Pemkab Muarojambi dan Polri Meningkat

Baca: Gudang Minyak di Sijenjang Terbakar, Ini Cerita dari Warga Ada Istilah Minyak Pipis

Katakannya, Kabupaten Bungo memiliki lubuk larangan terbanyak di Provinsi Jambi, totalnya 123 lubuk larangan yang tersebar di berbagai dusun dalam Kabupaten Bungo.

“Alhamdulillah, untuk lubuk larangan, Bungo yang terbanyak di Provinsi Jambi. Jumlah lubuk larangan di Provinsi Jambi sebanyak 197 lubuk larangan. Dari jumlah itu, sebanyak 123 lokasi berada di Bungo. Artinya, lebih 50 persen lubuk larangan itu ada di Bungo,” kata Quswen.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved