Oknum PNS di Probolinggo Jual Tanah Negara Rp 600 Juta, Begini Nasib Uangnya Kini!

Seorang PNS di Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, memperkaya diri dengan menjual tanah negara.

Oknum PNS di Probolinggo Jual Tanah Negara Rp 600 Juta, Begini Nasib Uangnya Kini!
KOMPAS.com/A. FAISOL  
Asari menipu warga dengan menjual tanah negara Rp 600 juta.  

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang PNS di Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, memperkaya diri dengan  menjual tanah negara.

Kepada pembelinya, PNS yang bernama As'ari Rankuti (43) mengaku tanah negara itu merupakan milik pribadi.

As'ari Rankuti juga menipu pembelinya soal luas tanah tersebut. Ia mengatakan luas lahan yang dijual 16 hektare padahal hanya 4,5 hektare.

Baca: Masa Berlaku Visa Rizieq Shihab di Arab Saudi Habis, Harus Bayar Denda Jika Kembali ke Tanah Air

Baca: Mengenal Sub Zero, Karakter yang Diperankan Joe Taslim di Mortal Kombat, Bisa Bekukan Musuh

Baca: Peringati HUT Bhayangkara ke-73, Polres Tanjab Timur Gotong-royong Bersihkan Rumah Ibadah

Eddwi menambahkan, korbannya adalah Syafi’i, warga Desa Kandangjati Kulon, Kraksaan, pada Februari 2018.

Tanah yang dijual berada di Kecamatan Pakuniran itu ditawarkan pada korban seharga Rp 600 juta dan disebut seluas 16 hektare.

Baca: Perankan Sub-Zero di Film Mortal Kombat, Joe Taslim Mulai Syuting Akhir Tahun Ini

Baca: Tips Merawat Organ Intim Wanita Agar Cerah dan Tampil Cantik Serta Bebas Bau

Baca: 10-11 Juli 2019 Planet Saturnus Terlihat Jelas di Cakrawala, Siapkan Kameramu!

 

Tanah yang luas dengan harga murah itu membuat korban tergiur untuk membelinya. Hingga kemudian, korban diajak pelaku untuk melihat tanah tersebut.

“Pelaku menunjukkan tanah pada korban. Tanah itu sebenarnya tak sampai 16 hektare dan bukan milik pribadi melainkan tanah milik negara," ungkapnya di Mapolres Rabu (10/7/2019).

Usai melihat tanah, korban memutuskan untuk membelinya. Hingga kemudian, korban melakukan transaksi pembayaran pada pelaku.

Pembayaran itu dilakukan secara berkala dengan transaksi tunai. Pelaku juga menyediakan kuitansi sebagai bukti transaksi dan disimpan dalam sebuah buku besar.

Baca: Iko Uwais Bintangi Film Stuber, Film Disney Berlabel Dewasa Pertama Setelah 6 Tahun

Baca: Hasil Persija vs Persib Imbang, Pertandingan Diwarnai Gol Kontroversial dan Kiper Dibawa ke RS

Baca: Mantan Kapolda Metro Jaya Diperiksa TGPF Terkait Kasus Novel Baswedan, Berkapasitas Sebagai Apa?

“Korban bayarnya nyicil sampai lunas Rp 600 juta. Bayarnya tunai, dari Rp 25 juta, kemudian Rp 40 juta, dan Rp 50 juta. Juga berbentuk barang," katanya.

 

Setelah lunas, korban kemudian mengecek surat-surat atas kepemilikan tanah itu. Ternyata, tanah tersebut merupakan tanah negara dengan luasan hanya 4,5 hektare.

Merasa tertipu, korban lantas melaporkan itu pada pihak kepolisian. Polisi hanya menyita buku besar yang isinya kuitansi.

Uangnya sudah habis digunakan pelaku dan dibagikan ke temannya.

Diduga, ada pelaku lain sehingga polisi melakukan pengembangan. As'ari mengakui kalau tanah yang dijual tanah negara, bukan miliknya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jual Tanah Negara Rp 600 Juta, PNS Ditangkap"

 
Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved