Nasib 8 Terdakwa Penyelundup Benih Lobster di Jambi Ditentukan Kamis Ini

“Saya masih ada tanggungan anak dan istri saya sedang menderita tumor yang mulia,” kata salah seorang terdakwa dengan peci dongker.

Nasib 8 Terdakwa Penyelundup Benih Lobster di Jambi Ditentukan Kamis Ini
Tribunjambi/Fadly
Ditpolairud berhasil menangkap enam orang pelaku, Yakni Kong Huping, LC, HR, ZI, PA dan HI sindikat perdagangan baby lobster. 

Nasib 8 Terdakwa Penyelundup Benih Lobster di Jambi Ditentukan Kamis Ini 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - “Saya masih ada tanggungan anak dan istri saya sedang menderita tumor yang mulia,” kata salah seorang terdakwa dengan peci dongker.

Ungkapan ini datang dari pembelaan satu dari delapan terdakwa kasus penyelundupan benih baby lobster. Yandri Roni selaku ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi bertanya dimana istri dan anaknya berdomisili.

“Di Lampung yang mulia,” katanya.

Selain itu Kong Huiping yang merupakan terdakwa asal Tiongkok juga membacakan pembelaan yang ditulisnya dalam bahasa mandarin. Vera selaku penerjemah dari kantor bahasa Jambi turut menerjemahkan tulisan yang dibaca Kong Huiping setiap kali membaca beberapa kalimat.

Baca: Terjerat Kasus Penyelundupan Benih Lobster di Jambi, Warga Tiongkok Dituntut 4 Tahun Penjara

Baca: Nikmati Juli Diskon di Nobby Hijab, Potongan Harga hingga 50 Persen

Baca: Atasi Banjir, Pemkot Jambi Bakal Bangun Empat Jembatan Senilai Rp 9,6 Miliar

Baca: Hotel Bintang Empat dan Sirkuit Offroad akan Dibangun di Bungo, di Sini Lokasinya

Melalui terjemahan Vera, Kong Huiping mengatakan mempunyai anak dan istri yang harus ditanggungnya di negaranya. Dia tidak pernah melanggar hukum di Tiongkok. Dia sangat menyesal karena tidak mengetahui sistem hukum di Indonesia. Kong Huiping memohon hukuman yang seringan-ringannya.

"Sidang ditunda hingga Kamis (11/7)," kata Yandri Roni.

Perlu diketahui, Kong Hui Ping dituntut 4 tahun penjara dendan Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan.

Sementara terdakwa Luchy, Herman, Ramlan, dan Sabirin dituntut 3 tahun penjara. Untuk terdakwa Zainuri, Purnama Andika Putra, dan Antoni masing-masing dituntut 2 tahun 6 bulan penjara. Mereka semua dikenakan denda masing-masing Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan penjara.

Para terdakwa tersebut di tuntut berdasarkan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) jo pasal 100 jo pasal 7 ayat (2) UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah dirubah dengan UU RI Nomor 45 tahun 2009 jo pasal 55, 56 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, Senin (13/5) Personel Markas Unit Patroli Kampung Laut melaksanakan penghentian terhadap Mobil Inova warna putih BH 1129 MJ yang diduga membawa baby lobster. Namun mobil tersebut kabur dan dikejar oleh personel hingga diamankan usai masuk ke dalam parit.
 

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved