Mahasiswa Unja Akan Mengikuti Kompetisi Debat Tingkat Nasional

Kemenristekdikti mengadakan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat nasional pada 15-19 Juli di Surabaya.

Mahasiswa Unja Akan Mengikuti Kompetisi Debat Tingkat Nasional
Tribunjambi/Nurlailis
Joni Iskandar, Huriyah Padhilah Anasti, Dewi Yunita Anggraini dan Juang Junianto bersama rektor Unja Johni Najwan. 

Mahasiswa Unja Akan Mengikuti Kompetisi Debat Tingkat Nasional

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kemenristekdikti mengadakan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat nasional pada 15-19 Juli di Surabaya. Ada banyak universitas yang akan terlibat, satu di antaranya adalah Universitas Jambi (Unja).

Mahasiswa Unja yang terlibat di antaranya adalah Joni Iskandar, Huriyah Padhilah Anasti, Dewi Yunita Anggraini dari prodi pedidikan bahasa dan sastra Indonesia serta Juang Junianto dari Fakultas Hukum.

Joni Iskandar menyampaikan dirinya mewakili sebagai juri institusi. Di tingkat nasional ada 28 universitas mengirim juri institusi.

“Juri institusi akan mengikuti seminar dan diakreditasi, serta akan ada juga pemilihan tiga juri utama. Persaingannya sangat ketat karena dari  universitas lainnya mengirimkan dosen, sedangkan Unja dan beberapa universitas lainnya mengirimkan mahasiswa,” ungkapnya, Rabu (10/6).

Sebelum tingkat nasional Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) mengadakan seleksi wilayah X Provinsi Riau pada 26-29 Juni. Ada 14 tim dari 4 provinsi yaitu Kepulauan Riau, Riau, Jambi dan Sumatera Barat.

Baca: Benarkah Bersiul di Malam Hari Akan Mengundang Jin atau Hantu Untuk Datang? Ini Fakta Sebenarnya

Baca: Warga Desa Sengkati Baru Ribut sampai Bawa Kecepek, Kades Dikabarkan Jadi Korban

Baca: Sebuah Karya Tofan Mahdi Pena di Atas Langit 1000 Eksemplar Ludes Diborong Pembaca

Baca: Tipu Korban dengan Modus Dapat Hadiah Mobil Brio dari BCA, Warga Tanggerang, Diadili di PN Jambi

“Ada 52 universitas yang mendaftar namun karena keterbatasan kuota hanya 14 universitas terpilih. Unja termasuk dan mendapatkan juara 1. Yang terpilih melaju ke tingkat nasional ada juara 1 dan juara 2 dari Stikes Printis Padang,” ujarnya.

Mengenai persiapan menuju nasional ia mengatakan Unja turut membantu dengan menyediakan beberapa pendamping seperti dari segi hukum, bahasa, dan lainnya.

Untuk tema tidak ditentukan hanya saja mosi yang diperdebatkan itu tentang seluruh aspek. Seperti tentang pemerintahan, hukum, pendidikan, kesehatan, ekonomi sehingga tidak ada tema yang spesifik. Di tingkat nasional tema akan didapat 20 menit sebelum debat dimulai.

Ini merupakan tahun kedua Kemenristekdikti mengadakan kompetisi debat. Tahun lalu Unja tidak terlibat karena sistemnya sistem cabut dari wilayah X. Mekanisme saat ini Unja mengadakan seleksi mulai dari tingkat fakultas.

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved