Prabowo Subianto Minta Rizieq Shihab Dipulangkan ke Indonesia Sebagai Syarat Rekonsiliasi

Prabowo Subianto berupaya memulangkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Tanah Air sebagai syarat rekonsiliasi pasca-Pilpres

Prabowo Subianto Minta Rizieq Shihab Dipulangkan ke Indonesia Sebagai Syarat  Rekonsiliasi
Tribunnews/Jeprima
Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat akan menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM - Prabowo Subianto berupaya memulangkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Tanah Air sebagai syarat rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019.

Tak hanya Rizieq Shihab, sejumlah nama pendukung Prabowo-Sandi yang ditahan juga diminta dibebaskan.

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani,   tak membantah saat ditanya apakah Prabowo Subianto telah mengajukan syarat tersebut ke Presiden Joko Widodo.

Baca: Ikan Asin Bawa Galih Ginanjar Berurusan dengan Polisi Wirang Birawa Ramal Bakal Ada Nasib Buruk Lagi

Baca: Universitas Sumatera Utara (USU) Wakili Sumatera Masuk 10 PTN Favorit SBMPTN 2019

Baca: LIGA 1 2019 - Terungkap Alasan Bobotoh Dilarang ke SUGBK, Saksikan Laga Persija vs Persib Bandung

Foto yang dikaitkan dengan kabar Habib Rizieq Shihab ditangkap di Arab Saudi
Foto yang dikaitkan dengan kabar Habib Rizieq Shihab ditangkap di Arab Saudi (Twitter)

Tak hanya pemulangan Rizieq Shihab, Prabowo juga meminta pemerintah membebaskan sejumlah tokoh pendukung yang ditangkap karena terjerat kasus hukum.

"Lagi diproses-proses, ya segala macamlah ya," ujar Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Baca: Kenapa Posisi Tangan Reino Barack Jadi Sorotan, Beredar di Foto Perdana Syahrini Bersama Mertua

Baca: Terjatuh Saat Bermain Masak-masakan, Bocah 9 Tahun di Sukabumi Tewas Tertusuk Pisau di leher

Baca: Kebijakan Duterte Tembak Mati, Ini Lokasi Pembantaian Pelaku Narkoba Filipina, 490 Tewas di Luzon

Muzani mengatakan, pertemuan antara Prabowo dan Jokowi sebagai langkah awal rekonsiliasi juga harus dilihat sebagai proses islah atau perdamaian.

Proses islah, kata Muzani, tidak dapat terjadi jika masih terdapat dendam di tengah masyarakat.

Pihak yang menjadi pemenang pada Pilpres 2019 pun diharapkan tidak merasa menjadi penguasa yang dapat bertindak apa saja.

Selain itu Muzani juga menegaskan, jangan sampai proses rekonsiliasi menjadi sekadar wacana dan dagangan politik.

"Islah yang sekarang harus dilakukan itu harus meniadakan dendam, harus meniadakan bahwa saya pemenang dan kamu yang kalah."

Baca: Pria Asal Pangkalpinang Bakar Rumah Sendiri, Petugas Takut Evakuasi, di Kamar Mandi Pegang Tombak

Baca: VIDEO: Woww, BPS Provinsi Jambi di Tahun 2020 Sudah Pakai Online Sensusnya, Cari Tau Yuk

Baca: Siapa Sebenarnya Steven Lustica? Pesepakbola Kroasia yang Dikabarkan Diincar Persib Bandung

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved