Dinas Perkim Diminta Ikut Atasi Stunting di Tanjab Timur, 10 Desa Jadi Target

Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang menjadi lokus stunting, membuat Dinas Perumahan dan Permukiman ikut miliki PR untuk membantu menuntaskannya.

Dinas Perkim Diminta Ikut Atasi Stunting di Tanjab Timur, 10 Desa Jadi Target
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kabid Perumahan dan Permukiman Tanjab Timur Khairil Fadli. 

Dinas Perkim Diminta Ikut Atasi Stunting di Tanjab Timur, 10 Desa Jadi Target

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang menjadi lokus stunting, membuat Dinas Perumahan dan Permukiman ikut miliki PR untuk membantu menuntaskan masalah tersebut pada 2020.

Diketahui saat ini Kabupaten Tanjung Jabung Timur masuk  kawasan lokus stunting setelah sebelumnya Kabupaten Kerinci. Selain menjadi pekerjaan khusus bagi Dinas Kesehatan juga penanganan permasalahan tersebut juga diperlukan peran penata ruangan (perkim).

Kabid Perumahan dan Permukiman Tanjab Timur Khairil Fadli saat dikonfirmasi Tribunjambi.com menuturkan, saat ini Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjadi lokus stunting di 10 desa dari enam kecamatan.

"Terkait hal tersebut pada tahun 2020 kita diminta untuk mengusulkan program atau kegiatan air minum dan sanitasi. Terutama di daerah-daerah yang masuk kategori stunting," jelasnya.

Baca: Penyelundup Rokok Luffman di Jambi Divonis 1,5 Tahun Penjara

Baca: ULP Sarolangun, Selesaikan Puluhan Paket Lelang Proyek, Paling Banyak di Dinas PUPR

Baca: Rp 10 Juta Raib, Dukun Palsu di Jambi Diamankan Polisi, Janjikan Bisa Gandakan Uang

Baca: Miliki Ribuan Pil Ekstasi dan Sabu, Ozi Divonis 14 Tahun Penjara

Baca: Bupati Safrial Minta Harganas Jadi Pengingat Pentingnya Bentuk Generasi Berkualitas

Diharapkan pada 2021 nanti Kabupaten Tanjung Jabung Timur sudah terlepas dari dampak atau kasus stunting. Terutama dari beberapa desa yang berada di 10 kecamatan.

"Terkait penuntasan stunting sendiri memang merupakan program bersama antara Dinas Kesehatan dan Kementerian PUPR melalui Dinas Perkim untuk penuntasan masalah tersebut," ujarnya.

Namun hal tersebut, pihaknya juga sudah memiliki program yang berkaitan dengan penanganan permasalahan stunting tersebut diantaranya melalui program ipal komunal dan sanitasi. Baik air bersih maupun sanitasi MCK masyarakat.

Terkait penerapan standar septic tank yang sesuai standar antara standar kita dan Dinas Kesehatan tersebut masih belum sinkron, sehingga untuk menyatukan program masih terkendala.

"Kalo menurut standar Dinkes saptc tank dengan model resap saja sudah dikatakan bagus dan sesuai standar mereka, namun di dinas PUPR septic tank jenis seperti itu belum dapat dikatakan standar SNI. Karena standar kita yang sudah kedap air (tidak meresap)," jelasnya.

Selain itu dilihat dari geografis, alam di Tanjab Timur sendiri merupakan daerah rawa dan gambut. Sehingga septic tank yang meresap kurang efektif dan dapat mencemari lingkungan sekitar.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved