Bagaimana Jika Maruf Amin Mengenakan Sarung di Acara Kenegaraan, Ini Jawaban Biro Protokol Wapres

Hal itulah yang menjadi pertanyaan para wartawan saat Ma'ruf berkunjung ke Kantor Wapres, Jakarta, untuk memenuhi undangan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Bagaimana Jika Maruf Amin Mengenakan Sarung di Acara Kenegaraan, Ini Jawaban Biro Protokol Wapres
(ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Maruf Amin melakukan orasi pada Kampanye Akbar Jokowi-Maruf Amin di Lapangan Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM- Wakil presiden terpilih, Maruf Amin, punya kebiasaan mengenakan sarung dalam berpakaian sehari-hari. 

Hal itulah yang menjadi pertanyaan para wartawan saat Ma'ruf berkunjung ke Kantor Wapres, Jakarta, untuk memenuhi undangan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Saat itu, Maruf Amin datang ke Kantor Wapres mengenakan sarung yang dipadu dengan jas, peci hitam, serta serban putih yang dikalungkan di leher.

Gaya busana seperti itu merupakan ciri khas Ma'ruf sejak sebelum mendaftar sebagai cawapres untuk mendampingi Presiden Joko Widodo.

"Karena saya sudah (sejak dulu) pakai sarung ya nyaman, jika harus pakai celana juga bisa. Siap. Jadi pakai apa saja siap," tutur Ma'ruf kala berkunjung ke Kantor Wapres.

Baca: Beredar Aplikasi Google Play Store, Penipuan Berkedok Update HP Samsung, di Download Jutaan Kali

Baca: TERUNGKAP Sumber Kekayaan Ahok Sering ke Luar Negeri, Apa Rencana Besar Ahok Tahun Ini

Baca: Sembilan Perwira Muda Kopassus Dikirim Pertempuran, Pengalaman Tak Terduga Dapat Bintang Merah

Meskipun belum pernah ada wakil presiden yang memiliki gaya berpakaian seperti Ma'ruf, Kepala Biro Protokol Sekretariat Wakil Presiden Sapto Harjono menyatakan, tak ada masalah akan gaya berpakain Ma'ruf. 

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2018 tentang Tata Pakaian Pada Acara Kenegeraan dan Resmi, menurut dia, penggunaan sarung diperbolehkan.

Berdasarkan Perpres itu, pakaian pada acara kenegaraan terdiri atas pakaian sipil lengkap (PSL), pakaian dinas, pakaian kebesaran, dan pakaian nasional.

Sementara itu, pakaian pada acara resmi selain jenis pakaian di atas dapat berupa pakaian sipil harian (PSH) atau seragam resmi.

"Aturan Perpres 71 Tahun 2018 tentang Tata Pakaian di Acara Kenegaraan dan Acara Resmi juga memungkinkan presiden dan wapres menggunakan sarung sebagai bagian pakaian daerah atau tradisional untuk digunakan di acara-acara tersebut," papar Sapto kepada Kompas.com, Senin (8/7/2019).

Baca: Beredar Aplikasi Google Play Store, Penipuan Berkedok Update HP Samsung, di Download Jutaan Kali

Baca: Kenapa Pernikahan Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo Dibongkar? 19 Tahun Tertutup Penyebabnya Ini

Baca: Pesan Menyentuh Sutopo Purwo Untuk Penyintas Kanker, dan Orang Sehat, Sang Anak Ucap Kalimat Ini

Ia pun mengatakan, sarung telah dianggap sebagai pakaian nasional.

Karena itu, sarung termasuk busana yang diperbolehkan untuk digunakan presiden dan wakil presiden dalam acara kenegaraan dan resmi.

Sapto juga menyampaikan, Presiden Joko Widodo dan Wapres Kalla beberapa kali mengenakan sarung dalam acara kenegaraan dan resmi.

"Jadi menurut saya sarung tidak masalah untuk digunakan Wapres sebagai pakaian untuk di acara kenegeraan atau di acara resmi," ucap Sapto. (*)

Artikel ini telah tayang di kompas.com https://nasional.kompas.com/read/2019/07/09/07043041/bolehkah-sarung-dipakai-presiden-dan-wapres-dalam-acara-resmi-dan-kenegaraan

Editor: andika arnoldy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved