Anak Tak Lulus Sekolah Negeri, Belasan Orang tua "Geruduk" Kantor Disdik Kota Jambi

Belasan orang tua siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Jambi, lantaran tak puas anaknya tak bisa masuk di sekolah negeri.

Anak Tak Lulus Sekolah Negeri, Belasan Orang tua
Tribunjambi/Rohmayana
Belasan orang tua yang mendatangi Dinas Pendidikan Kota Jambi yang tidak terima anaknya tidak masuk di SMP Negeri di Kota Jambi. 

Tak Terima Anaknya Tak Lulus Sekolah Negeri, Belasan Orang tua "Geruduk" Kantor Disdik Kota Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Belasan orang tua siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Jambi, lantaran tak puas anaknya tak bisa masuk di sekolah negeri, Selasa (15/6).

Mereka yang anaknya rata-rata tak diterima di SMP negeri mengeluhkan adanya sistem zonasi.

"Iyo anak sayo dak masuk karna kejauhan kato pihak sekolah," ujar salah satu orang tua yang enggan disebut namanya.

Menanggapi hal ini, Arman Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi mengatakan bahwa ada beberapa orang tua yang datang karena memang lokasi rumahnya jauh dari sekolah.

"Bahkan rata-rata itu dari Muarojambi. Jadi tidak bisa dimasukkan ke sekolah yang mereka daftar kecuali di beberapa sekolah di perbatasan," katanya.

Baca: Pasokan Bio Solar Kurang, Antrean Mobil Solar Mengular di SPBU Bungo

Baca: 5 Bulan Lulus Seleksi PPPK, 38 Honorer K2 Tanjab Barat Belum Terima NIP

Baca: Dinas Perkim Diminta Ikut Atasi Stunting di Tanjab Timur, 10 Desa Jadi Target

Baca: Penyelundup Rokok Luffman di Jambi Divonis 1,5 Tahun Penjara

Baca: Miliki Ribuan Pil Ekstasi dan Sabu, Ozi Divonis 14 Tahun Penjara

Arman juga mengatakan bahwa bagi orang tua siswa yang komplain bisa datang ke kantor dinas pendidikan ataupun ke sekolah. Sebab, di sekolah telah disediakan posko pengaduan bagi orang tua siswa yang ingin komplain.

"Sudah kita sediakan posko pengaduan. Nanti semua ditampung apa saja masalahnya dan akan kita cari jalan keluarnya," katanya.

Arman juga memastikan bahwa siswa yang ingin bersekolah di sekolah negeri hingga saat ini masih ada kesempatan. Hanya saja memang tidak lagi menggunakan sistem zonasi.

"Masih ada sekolah yang kuotanya belum cukup. Bisa masuk ke sana seperti SMPN 8, SMPN 15, SMPN 9, SMPN 23, dan SMPN 20. Kalau mau masih memungkinkan silahkan ke sekolah langsung dan tidak melalui sistem zonasi," katanya.

Untuk pendaftaran ulang dikatakannya tidak ada pungutan. Sedangkan untuk uang seragam nanti akan rapatkan.

"Sebenarnya dari sekolah ada. Baju seragam dari sekolah lebih banyak keuntungannya daripada siswa beli di luar. Namun hingga saat ini belum dibicarkan," pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved