Ini Kabupaten Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan menurut BPBD Jambi

BPBD Provinsi Jambi telah memetakan potensi tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Ini Kabupaten Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan menurut BPBD Jambi
TRIBUN JAMBI/DARWIN SIJABAT
Kebakaran Lahan di Kecamatan Bram Itam belum lama ini. 

Ini Kabupaten Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan menurut BPBD Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - BPBD Provinsi Jambi telah memetakan potensi tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Mengingat kondisi wilayah Provinsi Jambi saat ini mulai memasuki musim kemarau.

Terkait hal ini, kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni saat dikonfirmasi megatakan hasil pemetaan BPBD hampir seluruh kabupaten di Jambi berpotensi terjadi karhutlah.

Terutama memasuki musim kemarau yang lebih kering dengan curah hujan yang lebih rendah. Bachyuni mengatakan untuk kabupaten rawan kebaran seperti Kabupaten Muarojambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat.

Selanjutnya Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Merangin, Tebo dan Kabupaten Bungo.

"Kecuali Kota Jambi, Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci semua rawan kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau," katanya, Senin (8/7/2019).

Baca: Imigrasi Kelas III Non TPI Kerinci Belum Bisa Terbitkan Paspor, Warga Diarahkan ke Bungo dan Jambi

Baca: Mayangsari Pamer Foto Rayakan Ultah Pernikahan, Terungkap Foto Lawas Saat Disunting Bambang Tri

Baca: Jack The Ripper, Pembunuh Berantai yang Menggegerkan Dunia, 131 Tahun Identitas tak Juga Terungkap

Baca: Begini Reaksi Dewi Persik Ditetapkan Sebagai Tersangka Atas Laporan Keponakannya Rosa Meldianti!

Baca: Daftar Harga Motor Bebek Juli 2019 - Honda, Suzuki, Yamaha

Namun, Kabupaten Muarojambi, Tanjab Timur dan Tanjab Barat merupakan tiga kabupaten yang paling rawan. Mengigat tiga kabupaten tersebut memiliki potensi lahan gambut.

Terkait tingkat kerawanan karhutlah pada musim kemaru, saat ini pihak BPBD Provinsi Jambi belum menaikkan level dari siap siaga ke level siaga darurat.

Terlait hal ini, Bachyuni mengatakan untuk menaikkan status setidaknya butuh dua kabupaten yang lebih dahulu menetapkan status siaga darurat.

"Syaratnya minimal dua kabupaten, sampai saat ini baru Kabupaten Batanghari yang menetapkan status siaga darurat. Syaratnya minimal dua kabupaten jadi kita belum bisa menaikkan status," pungkasnya.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved