Berita Merangin

Hutan Adat di Desa Guguk, Merangin, Digarap Penambang PETI, Warga Kesal dan Lakukan Ini

Hutan Adat di Desa Guguk, Merangin, Digarap Penambang PETI, Warga Kesal dan Lakukan Ini

Hutan Adat di Desa Guguk, Merangin, Digarap Penambang PETI, Warga Kesal dan Lakukan Ini
IST
Hutan Adat di Desa Guguk, Merangin, Digarap Penambang PETI, Warga Kesal dan Lakukan Ini 

Hutan Adat di Desa Guguk, Merangin, Digarap Penambang PETI, Warga Kesal dan Lakukan Ini

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin, masih saja tetap berlanjut. Bahkan, lahan yang digarap para penambang pun tak lagi memandang milik siapa.

Hutan adatpun menjadi sasaran "perampas emas" ilegal tersebut. Hal itu terjadi dihutan adat Desa Guguk, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.

Geram melihat aktivitas PETI itu, puluhan masyarakat Desa Guguk melakukan sweeping terhadap aktivitas tambang tersebut.

Baca: Pengangkat Peti Jenazah Sutopo Purwo Nugroho Merasa Aneh, Kayak Ada yang Hilang, Ringan Banget

Baca: Heboh, Potongan Kepala Anang Penambang Emas Ditemukan di Jembatan di Sulawesi Tengah

Baca: Cari Batu Akik, Bocah 8 Tahun Tewas di Lobang PETI Merangin

Dalam sweeping yang dilakukan Minggu (7/7/2019) siang itu, warga yang didampingi Babinsa setempat tidak menemukan alat berat sebagai sarana tambang. Mereka hanya menemukan beberapa asbok (peralatan tambang) yang terbuat dari kayu.

Kades Guguk Muhammad Hijazi ketika dikonfirmasi mengiyakan adanya kejadian sweping oleh warga tersebut. Melalui sambungan telepon, Hijazi menyebut jika sebelum melakukan sweeping, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei dilapangan.

Baca: VIDEO: AKHIRNYA Terkuak Penyebab Sebenarnya Kematian Pendaki Thoriq, bukan Karena Terpeleset

Baca: Pak Warto Merasa Janggal Saat Gali Kuburan Untuk Sutopo Purwo Nugroho, Kok Mudah Banget

Baca: Kamu Lulusan SMA/SMK dan Sedang Mencari Kerja? BUMN Ini Buka Lowongan Kerja, Segera Siapkan Lamaran

Ada enam alat berat yang beraktivitas kala itu. Namun setelah puluhan masyarakat datang. Alat berat beserta pelaku penambangan telah melahirkan diri. Diduga kuat ada masyarakat yang telah membocorkan rencana masyarakat itu.

"Ketika survei, satu alat berat yang bekerja dalam hutan adat, lima alat berat lainnya bekerja disungai ditepi hutan adat" kata Ijazi.

Menurut dia, survei yang dilakukan warga, Pemdes Desa Guguk juga didampingi oleh Babinsa dan Orang kehutanan itu menggunakan ketek dengan waktu perjalanan sekitar satu jam perjalanan menuju TKP.

Warga yang kesal tak menemukan alat berat dan juga penambang, asbuk dan peralatan tambang lainnya menjadi sasaran mereka. Mereka memotong asbok dan membakarnya.

Hijazi berharap pada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bisa melakukan pencegahan atas kerusakan hutan adat didesa guguk, dan memberikan tindakan tegas untuk pelaku.

Meski tidak menyebutkan jumlah kerusakan hutan adat, namun kata ijazi hutan adat memang sudah digarap untuk Peti.

Hutan Adat di Desa Guguk, Merangin, Digarap Penambang PETI, Warga Kesal dan Lakukan Ini  (Muzakkir/Tribun Jambi)

Penulis: muzakkir
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved