Empat Desa di Batanghari Belum Terima Dana Desa

Empat dari 110 desa yang ada di Kabupaten Batanghari hingga kini belum menerima Dana Desa (DD).

Empat Desa di Batanghari Belum Terima Dana Desa
Tribunnews.com
ilustrasi 

Empat Desa di Batanghari Belum Terima Dana Desa

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Empat dari 110 desa yang ada di Kabupaten Batanghari hingga kini belum menerima Dana Desa (DD). Padahal saat ini sudah memasuki pencairan tahap kedua.

Empat desa tersebut yaitu Desa Kuap, Desa Kampung Pulau yang berada di Kecamatan Pemayung. Lalu Desa Rantau Kapas Tuo yang berada di Kecamatan Muara Tembesi dan Desa Bukit Sari Kecamatan Maro Sebo Ilir.

Kepala Bakeuda Batanghari, M Azan saat dikonfirmask mengatakan, empat desa tersebut sampai saat ini belum menyelesaikan administrasi berupa Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (RAPBDes).

"Kami tidak akan menyalurkan DD baik tahap pertama maupun tahap kedua jika pihak desa belum menyelesaikan administrasi. Kami menyalahi aturan jika DD tersebut tetap disalurkan," katanya saat dikonfirmasi, Senin (8/7).

Baca: Baru 13 OPD yang Lakukan Tender Proyek di Merangin

Baca: Pengerjaan Sarana Lapas Perempuan Muarojambi akan Dimulai dari APBD-P 2019

Baca: Di Hadapan Dewan, Bupati Safrial Sebut Empat Agenda Pembangunan Tanjab Barat Pada 2020

Baca: Jadi Tuan Rumah Kejurprov, Pemkab Muarojambi Janji Benahi Sarana Olahraga

Baca: Campuran Sampah Organik dan Plastik Bisa Sebabkan Ledakan di TPA

Ia menyebutkan, Pagu anggaran Desa Kuap di Kecamatan Pemayung yaitu sebesar Rp 719 juta. Desa Rantau Kapas Tuo Kecamatan Muara Tembesi dengan Pagu anggaran mencapai Rp 803 juta.

Sementara, Desa Kampung Pulau di Kecamatan Pemayung dengan Pagu anggaran Rp 728 juta. Dan Desa Bukit Sari Kecamatan Maro Sebo Ilir dengan Pagu anggaran Rp 732 juta.

"Penyaluran DD setiap desa dibagi dalam tiga tahapan. Dimana penyaluran tahap pertama sebanyak 40 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 20 persen. Masing-masing desa besaran DD yang diterima itu berbeda lagi. Ada ketentuan dan rumusan tersendiri," katanya.

Terkait apa kerugian yang bakal dialami pihak desa jika DD belum kunjung disalurkan. Katanya, kerugian desa paling tidak akan terhambat melaksanakan pembangunan desa.

"Penyaluran dana rutin desa juga terhambat. Serapan terlambat mereka yang merasakan kerugiannya. Nah jika RAPBDes mereka telah dipenuhi, nantinya penyaluran DD tahap pertama juga akan dilakukan secara serempak dengan tahap kedua," demikian Kepala Bakeuda Batanghari.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved