Campuran Sampah Organik dan Plastik Bisa Sebabkan Ledakan di TPA

Memeringati hari lingkugan hidup sedunia Greenation Jambi mengajak warga Jambi belajar membuat ecobrick.

Campuran Sampah Organik dan Plastik Bisa Sebabkan Ledakan di TPA
Tribunjambi/Jaka HB
Memeringati hari lingkugan hidup sedunia Greenation Jambi mengajak warga Jambi belajar membuat ecobrick. 

Campuran Sampah Organik dan Plastik Bisa Sebabkan Ledakan di TPA

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Cuaca Minggu (8/7) pagi cerah berawan. Warga Kota Jambi banyak yang lari pagi di seputar tugu keris. Sementara itu Bayu bersama teman-temannya menyusun botol minuman kemasan plastik berisi potongan-potongan plastik kecil.

Bayu dan saya membicarakan beberapa gerakan lingkugan anak muda, termasuk yang dilakukannya.

Menurutnya kreatifitas juga sangat diperlukan untuk menjaga lingkugan. Hal ini lah yang mendorong dirinya dan beberapa kawannya aktif dalam gerakan menjaga lingkungan hidup, khusus Kota Jambi.

Melalui kreatifitas ini gerakan yang tergabung dalam Greenation Jambi terdorong untuk menyebarluaskan kegiatan mereka. Karena itu untuk memeringati hari lingkugan hidup sedunia Greenation, komunitas ini mengajak warga Jambi beberapa minggu belakangan belajar membuat ecobrick atau bata ramah lingkungan yang dibuat dari sampah-sampah plastik.

Baca: VIDEO: Viral Anak Wakil Walikota Jadi Kuli Bangunan, Banyak Netizen Beri Komentar

Baca: Aktivitas PETI di Bungo Sulit Diatasi, Ini Kendala yang Dialami Pemerintah

Baca: Siapkan Qori dan Qoriah untuk MTQ Tingkat Provinsi Jambi, Ini Pesan Wabup Amir Sakib

Baca: Ini Jadwal Keberangkatan Calon Jamaah Haji Sarolangun ke Madinah

Baca: Ini Kabupaten Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan menurut BPBD Jambi

Febri Revelino Sitorus selaku ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan kegiatan mereka ini. Tribunjambi.com menemui Febri pada Minggu (8/7) pagi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi.

Beberapa kawannya terlihat menyusun botol-botol minuman kemasan plastik yang sudah dibikin jadi ecobrick. Dari susunan itu dibuat permainan lempar gelang dan mereka menyediakan hadiah bagi warga yang ingin ikut permainan ini.

Selain itu beberapa kawan Febri menggunting bungkusan plastik minuman bubuk menjadi lebih kecil dan memasukkannya dalam botol kemasan plastik dan memadatkannya dengan sebuah kayu berukuran sekira 30 cm. Kayu tersebut ditekan ke dalam botol guna memadatkan plastik di dalam botol agar bisa lebih banyak ditambah.

Febri mengatakan kegiatan mereka mengambil tema Break Your Plastic Waste to Beat Air Pollution. “Batu bata ramah lingkungan ini dibuat bertujuan untuk mengurangi polusi udara, karena kenyataan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah orgaik dan sampah plastik bercampur,” kata Febri.

“Bercampurnya itu kadang sampah organik dimasukkan dalam plastik. Sampah organik ini ketika membusuk dapat menghasilkan gas metan dan tertampung dalam plastik tadi. Karena itu banyak TPA yang sewaktu-waktu bisa meledak atau bisa terbakar sendiri,” kata Febri.

Baca: Beralasan Sama-sama Berjuang Keras, PKB Tak Ingin Jatah Kursi Menteri Digabung dengan NU

Baca: Pihak Istana Kepresidenan RI Sebut Tak Ada pertemuan Jokowi dengan Audrey Yu dan Tawaran Masuk BPPT

Baca: Pemilik 5 Zodiak Ini Kerap Bikin Orang Lain Cemburu, Pasanganmu Termasuk?

Baca: Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Doakan Jokowi Sukses Memimpin Indonesia

Febri mengatakan komunitasnya dapat mengurangi jumlah timbunan sampah di TPA dengan mengurangi sampah plastik dengan mengubah menjadi bata ramah lingkungan.

Proses pembuatan ecobrick ini pun tidak rumit. Sampah plastik baik dari bungkus asoy (kresek) dan sampah plastik lunak lainnya dipotong sampai berukuran kecil.

“Lalu kita masukkan ke wadah air mineral. Selanjutnya kita lakukan pemadatan biar sampah plastik tadi lebih padat dan bisa digunakan,” ungkap Febri.

Febri mengatakan komunitasnya sudah melakukan workshop ke banyak SMA. “Semua umur kita rangkul,” kata Febri.

Dia menambahkan pihaknya juga akan bekerja sama dengan dinas sosial. “Merangkul program program keluarga sejahtera (PKH). Harapannnya dapat membantu sedikit perekonomian masyarakat dalam program PKH dengan pembuatan ecobrick ini,” ungkap Febri.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved