Breaking News:

Beralasan Sama-sama Berjuang Keras, PKB Tak Ingin Jatah Kursi Menteri Digabung dengan NU

Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB menyakini jatah kursi Menteri dari PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) akan berbeda dalam kabinet Kabinet Kerja Jilid II,

Editor: Suci Rahayu PK
Istimewa
Di Istana Bogor, Joko Widodo menerima salinan keputusan MK dari Irvan Pulungan, Sekretaris Tim Hukum Jokowi-Amin di MK, Senin (01/07/2019) 

Beralasan Sama-sama Berjuang Keras, PKB Tak Ingin Jatah Kursi Menteri Digabung dengan NU

TRIBUNJAMBI.COM - Rebutan kursi Menteri Jokowi, masih menjadi topik perbincangan di masyarakat.

Tidak hanya partai di Koalisi Indonesia Kerja, namun beberapa organisasi dan partai non koalisi juga turut mengincar kursi Menteri Jokowi.

Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB menyakini jatah kursi Menteri dari PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) akan berbeda dalam kabinet Kabinet Kerja Jilid II, nanti.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PKB, Abdul Kadir Karding kepada Tribunnews.com, Senin (8/7/2019).

Baca: Selalu Jujur di Situasi Apapun, 6 Zodiak Ini Dikenal Tidak Bisa Berbohong, Kamu Termasuk?

Baca: Sejak Tahun 1989, Sejarah Awal Munculnya Profesi Pramugari, Dulu hanya Dilakoni Kaum Pria

Baca: Lirik Lagu Korban Janji yang Dipopulerkan oleh Via Vallen dan Nella Kharisma

Menurut Wakil Ketua TKN Joko Widodo (Jokowi)-KH Maruf Amin, baik PKB dan NU bekerja sesuai dengan cara masing-masing.

"Berbeda ya, kalau ada jatah-jatah pasti beda.

Karena NU juga bekerja, PKB sebagai partai juga bekerja, jadi beda," ujar anggota DPR RI ini.

Lebih lanjut kata dia, tidak ada yang salah, jika partai-partai memberi aspirasi terkait permintaan jatah kursi Menteri.

Namun semuanya kembali kepada hak prerogratif Presiden terpilih Jokowi untuk memilih skuad terbaik dalam susunan Kabinetnya 2019-2024.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved