115 Paket Proyek Senilai 168 Miliar di Batanghari Selesai Tender

Sebanyak 142 paket proyek dari seluruh OPD Kabupaten Batanghari yang terdaftar di Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa dengan nilai Rp 185 miliar.

115 Paket Proyek Senilai 168 Miliar di Batanghari Selesai Tender

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Sebanyak 142 paket proyek dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Batanghari yang terdaftar di Unit Kerja Pengadaan Barang/ Jasa (UKPBJ) Setda Batanghari dengan nilai mencapai Rp 185 miliar.

Namun, 115 paket proyek di antaranya telah selesai tahapan e-tendering. Ini disampaikan oleh Kepala UKPBJ Setda Batanghari, Almi Cab.

"Anggaran 115 paket proyek yang telah melewati e-tendering tersebut memiliki Pagu anggaran sebesar Rp 168 miliar. Ini yang sudah selesai e-tender dan hasilnya diserahkan kepada OPD pemohon tender masing-masing," ujarnya pada Tribunjambi.com, Senin (8/7).

Dari 115 paket proyek tersebut, disebutkannya terdiri dari 17 jasa konsultan dengan Pagu Rp 5,9 miliar, 107 pekerjaan kontruksi dengan Pagu Rp 170 miliar, 13 pengadaan barang dengan Pagu Rp 5,8 miliar dan 5 jasa lainnya dengan nilai Rp 2,7 miliar.

Baca: Empat Desa di Batanghari Belum Terima Dana Desa

Baca: Bandung, Bocah SAD yang Menderita Kelainan Jantung itu Akhirnya Sembuh

Baca: Baru 13 OPD yang Lakukan Tender Proyek di Merangin

Baca: Pengerjaan Sarana Lapas Perempuan Muarojambi akan Dimulai dari APBD-P 2019

Baca: Di Hadapan Dewan, Bupati Safrial Sebut Empat Agenda Pembangunan Tanjab Barat Pada 2020

"OPD dengan jumlah paket proyek terbanyak yaitu Dinas Perkim sebanyak 52 pekerjaan dan Dinas PUPR terdapat 46 pekerjaan. Namun, Pagu anggaran Dinas PUPR lebih besar yaitu Rp 132 miliar," jelas Almi.

Sementara itu, sisa pekerjaan yang belum masuk pada tahap e- tendering sebanyak 27 pekerjaan diberi jangka waktu hingga 31 Juli 2019 mendatang.

Jika SKPD terkait belum juga menyampaikan mohon proses ke UKPBJ maka SKPD tersebut mengajukan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Batanghari terlebih dahulu.

"Ada 27 pekerjaan lagi belum masuk, masing-masing SKPD terkait sama sekali belum mengajukan mohon proses. Bagaimana kami mau melakukan e-tendering," sebutnya.

Dengan demikian Almi bermaksud agar pekerjaan itu sesuai dengam target yang telah ditetapkan.

"Agar pekerjaan tersebut mencapai target di bulan November nanti jadi bulan Desember semua pekerjaan selesai," pungkasnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved