Berita Jambi

Puncak Kemarau Produksi Sayuran Diprediksi Bakal Terimbas, Pemprov Jambi Lakukan Antisipasi Ini

Berdasarkan prediksi dari Stasiun Meteorologi Kelas 1 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, kemarau mulai terjadi Juli

Puncak Kemarau Produksi Sayuran Diprediksi Bakal Terimbas, Pemprov Jambi Lakukan Antisipasi Ini
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Ilustrasi: Petani sayuran di Batanghari 

TRIBUNJAMBI.COM - Berdasarkan prediksi dari Stasiun Meteorologi Kelas 1 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, kemarau mulai terjadi dari bulan Juli ini dan puncaknya pada Agustus-September 2019 mendatang.

Kemarau tahun ini diprediksi berpotensi pula terjadinya elnino.

Untuk dampak terhadap tanaman petani saat ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortkultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Jambi Ahmad Maushul mengaku belum adanya laporan.

"Untuk sekarang belum ada laporan. Baik itu dari BOPT maupun pengamat pertumbuhan tanaman," ujarnya, Minggu (7/7/2019).

Kendati demikian, Maushul mengatakan apabila nantinya terlihat dampak dari perubahan musim (kemarau,red) khususnya pada tanaman padi, pihaknya akan ajukan klaim asuransi dari Jasindo.

Baca: Ahok: Selamat Jalan Pak Sutopo, Pejuang Tangguh yang Sangat Berdedikasi

Baca: 7 Gejala Kanker Paru-paru Seperti yang Dialami Oleh Sutopo Purwo Nugroho, Tak Hanya Serang Perokok

Baca: Jadwal MotoGP Jerman 2019 Hari Ini, Berikut Link Live Streaming Langsung Trans7 Minggu 7 Juli 2019

"Beberapa kelompok usaha tani padi memiliki asuransi Jasindo. Kalau nanti terdampak, ya mudah-mudahan bisa kita klaim asuransinya," tuturnya.

Kemudian untuk langkah antisipasi lainnya, Maushul menyebut dengan mengerahkan alat pompa guna mensuplai air dari sungai.

"Kita kerahkan pompa," katanya tanpa menyebut secara pasti jumlah pompa air yang akan digunakan.

Dilain pihak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi meyakini untuk komoditi beras tidak terpengaruh terhadap musim kemarau.

Namun menurutnya yang berpengaruh adalah pada komoditi bawang, cabai dan sayur-mayur. 

"Kalau komoditi beras saya pikir itu tidak terpengaruh, tapi kalau komoditi lain seperti bawang, cabai, kemudian sayur-sayuran mungkin berpengaruh," ujarnya.

Amir pun mengimbau para konsumen untuk cerdas menjelang musim kemarau panjang melanda.

"Mungkin pada saat kemarau berlangsung, konsumen agak tahan-tahan dikit untuk memiliki dan menggunakan kebutuhan sehari-hari yang berlebihan," sampainya.

Amir mengatakan, nantinya pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Kabupaten/kota ataupun daerah-daerah lain yang tidak berdampak kemarau untuk mendistribusikan kebutuhan pangan.

"Fungsinya distribusi. Agar distribusi ini bisa berjalan sebaik-baiknya bisa lancar komoditi pangan tidak terganggu di Provinsi Jambi terlebih saat kemarau," Pungkasnya.

Baca: Hujan Lebat Sungai Batang Pelawan di Sarolangun Meluap, Hampir 5 Jam Akses Jalan Utama Lumpuh

Baca: Jadwal Bola Hari Ini, Live Streaming Madura United vs PSM Makassar Leg Kedua Piala Indonesia 2019

Baca: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Brazil vs Peru di Final Copa America 2019 Dini Hari Nanti, Catat

Penulis: Zulkifli
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved