Langkah AHY Maju Capres 2024 Semakin Terhambat, 'Digoyang' Petinggi Demokrat Sebut Posisinya Ilegal

Nama Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY kembali jadi perbincangan.

Langkah AHY Maju Capres 2024 Semakin Terhambat, 'Digoyang' Petinggi Demokrat Sebut Posisinya Ilegal
(Instagram @agusyudhoyono)
Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 

TRIBUNJAMBI.COM- Nama Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY kembali jadi perbincangan.

Kali ini, posisi AHY sebagai Komandan Kogasma partai berlogo bintang mercy itu disebut ilegal oleh Forum Komunikasi Deklarator (FKDP) Partai Demokrat.

Sebelumnya, Komandan Kogasma Demokrat AHY digadang-gadang maju jadi capres 2024 oleh sejumlah pihak.

Seperti oleh lembaga survei politik Lingkaran Survei Indonesia atau LSI, AHY menjadi salah satu politikus yang berpotensi maju di Pilpres 2024.

Tentu saja, nama AHY bukan satu-satunya yang muncul disebut berpotensi dalam Pilpres 2024.

Pilpres 2024, menurut LSI Denny JA, akan diramaikan 15 tokoh yang berpotensi bertarung.

Baca: Rapper Wanita Berjilbab Berbaju Kurung Bikin Kaget, Dimuat Media Asing Rekam Aksinya Meludahi Bar

Nama-nama selain AHY itu di antaranya adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto; eks Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, eks Ketua Fraksi PDI-P Puan Maharani, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahean mengatakan, masuknya AHY jadi nama potensial di Pilpres 2024 adalah harapan besar bagi partai dan kader.

Tentu saja, kata dia, hal itu dapat dipandang sebagai kesempatan besar Partai Demokrat kembali memimpin Indonesia.

"Sebagaimana selama 10 tahun SBY memerintah. Dan tentu cita-cita Partai Demokrat akan memberikan yang lebih baik lagi," ujar Ferdinand kepada Kompas.com, Jumat (5/7/2019), dikutip TribunJabar.id pada Sabtu (6/7/2019).

Halaman
1234
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved