Gara-gara Aturan Kemendikbud, SMPN 10 Nipah Panjang Terancam di-Merger

Terkait dana BOS terancam bagi sekolah yang tidak memiliki siswa mencapai 60 siswa, SMP 10 Nipah panjang terancam di-merger.

Gara-gara Aturan Kemendikbud, SMPN 10 Nipah Panjang Terancam di-Merger
tribunjambi/abdullah usman
Kepala dinas pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Junaedi Rahmat 

Gara-gara Aturan Kemendikbud, SMP 10 Nipah Panjang Terancam di-Merger

 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman


TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Terkait dana BOS terancam bagi sekolah yang tidak memiliki siswa mencapai 60 siswa, SMP 10 Nipah panjang terancam di-merger.


Dinas pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur memberi sinyal akan melakukan merger atau penggabungan SMP negeri 10 Nipah panjang dengan sekolah lain.

 

Hal ini terkait dengan jumlah peserta didik yang sangat minim.


Kepala dinas pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Junaedi Rahmat mengatakan berkaitan dengan persoalan SMPN 10 Nipah Panjang pihaknya mengacu pada 8 standar pendidikan nasional. salah satu diantaranya tentang standar pengelolaan.


Dikatakannya,di dalam standar pengelolaan pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk merencanakan hingga mengevaluasi pendidikan secara efektif dan efisien.


"Selain itu mengacu pada surat edaran  Permendikbud yang menyatakan apabila 3 tahun berturut turut sekolah itu mengalami penurunan jumlah siswa atau kurang dari 60 orang maka akan ada pertimbangan pada tahun 2020 mendatang tidak akan lagi diberikan dana BOS," ujarnya.


Lebih lanjut, dikatakannya pula, berdasarkan kewenangan pemerintah daerah tentang perencanaan dan evaluasi pendidikan SMP negeri 10 Nipah panjang berkemungkinan besar akan dimerger.

 

Hal tersebut mengingat dengan jumlah peserta didik dan jumlah tenaga guru dan sarana prasarana yang tidak memadai.


"Bila nantinya dilakukan merger atau penggabungan sekolah maka SMPN 10 akan bergabung dengan sekolah lain disesuaikan dengan zonasinya," jelasnya.


Jika hal tersebut benar terjadi nantinya, dirinya cukup menyenangkan hal tersebut. Pasalnya sejak tahun 2007 lalu hingga kini sekolah tersebut belum tersentuh bantuan dari pemerintah baik dalam bentuk pembangunan rehab ataupun pemeliharaan gedung sekolah.


Puncak kejayaan SMP Negeri 10 Nipah Panjang berada pada tahun 2000 hingga 2005 lalu, tercatat sekolah tersebut memiliki peserta didik mulai dari 500 hingga 600 orang.

 

Namun sekarang ini sekolah yang terancam tutup tersebut hanya memiliki peserta didik sebanyak 52 orang saja dengan tenaga pengajar sebanyak 13 guru Termasuk kepala sekolah. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved