Info Dinas PUPR Kota Jambi

Fatri Suandri Paparkan Progress Dinas PUPR, Wawako Maulana: Saya Merasa Bangga

Bidang cipta karya dengan pagu mencapai Rp 88,6 miliar, sudah realisasi fisik sebesar 12,16 persen.

Fatri Suandri Paparkan Progress Dinas PUPR, Wawako Maulana: Saya Merasa Bangga
tribunjambi/rohmayana
Farti Suandri Kepala Dinas PUPR Kota Jambi 

Fatri Suandri Paparkan Progress Dinas PUPR, Wawako Maulana: Saya Merasa Bangga

*Masuk Juli, Kepala Dinas PUPR Kota Jambi Percepat Pembangunan Fisik

TRIBUNJAMBI.COM - Wakil Walikota Jambi Maulana didampingi asisten II Setda Kota Jambi dan beberapa kepala OPD, memimpin rapat evaluasi kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi, Kamis (4/7).

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas PUPR Fatri Suandri membeberkan dengan pagu anggaran Rp 112 miliar, realiasi capaian kegiatan di instansi yang dipimpinnya pada 2019 ini mencapai Rp 27,5 miliar. Terdiri dari realisasi fisik 15 persen dan realisasi keuangan fisik 18 persen.

Ia menjelaskan hal ini terjadi karena banyak rekanan yang baru mengambil uang muka namun kontrak sudah terlaksana semua.

"Semua sudah mulai bekerja tapi ada beberapa rekanan yang kecil-kecil pl belum memulai pengerjaan fisik,"akunya.

Sementara itu untuk bidang cipta karya dengan pagu mencapai Rp 88,6 miliar, sudah realisasi fisik sebesar 12,16 persen.

Dengan realisasi keuangannya 13 persen.

Dijelaskan Fatri, kegiatan cipta karya ini seperti pembangunan pedestarian untuk jogging track di Jalan Hayam Wuruk dan ada juga pembangunan lain seperti pembangunan kantor camat dan lurah yang diakuinya masih belum siap.

"Kalau yang di Hayam Wuruk sudah bekerja mulai dari Pujasera kita sudah banyak melakukan pelebaran bahu jalan," ulasnya.

Untuk, bidang sumber daya air dengan pagu Rp 10,9 miliar, realisasi fisik sudah mencapai 26,97 persen. Sementara keuangannya baru 22 persen.

Bidang lain seperti penataan ruang, bina program dan sekretariat,  rata-rata fisiknya mencapai 34 persen dan untuk program sudah 56 persen.

"Total untuk fisik tahun ini baru 32 persen. Kita baru masuk bulan juli. Kita akan berusaha secepat mungkin untuk mempercepat pembangunan fisik," tegasnya.

Adapun terkait alokasi untuk PDAM, Farti mengakutidak punya data masterplan. Pihaknya sudah berkali-kali meminta data ke PDAM namun hasilnya nihil.

"Mana pipa yang rusak mana yang katanya bocor itu, tapi tidak juga diberikan datanya. Tahun ini untuk PDAM hanya Rp 1 miliar, padahal tahun-tahun sebelumnya mencapai Rp 15 miliar. Ini karena kami tidak punya data untuk menganggarkan," ungkapnya.

Sementara itu Wawako Maulana mengaku kehadirannya dalam rapat tersebuy untuk melakukan pembinaan dan pengawasan.

Di mana pihaknya berharap semua OPD memahami bagaimana peran dan fungsinya untuk mewujudkan RPJMD yang telah disusun.

"Alhamdulillah kita sudah mendapat gambaran. Saya merasa bangga terhadap dengan Dinas PUPR dan bidang-bidangnya ini yang sudah paham apa yang kita mau. Tinggal semangat mengintegrasikan sehingga semua program berjalan baik," ungkapnya.

Disebutkan Maulana peran Dinas PUPR sangat penting untuk peningkatan kualitas infrastruktur dan utilitas infrastruktur perkotaan serta penataan lingkungan.

Di mana hal ini menjadi isu global sampai ke RPJMN dan SDGS (sustainable development goals). (Rep)

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved