Angka Stunting Tanjab Timur 40,9 Persen, 10 Desa dari 6 Kecamatan Disoroti, Ini Lokasi-lokasinya

Berdasarkan hasil riskesdas angka stunting Tanjab Timur tahun 2013 mencapai 48,5 persen balita yang berstatus stunting (terbilang tinggi)

Angka Stunting Tanjab Timur 40,9 Persen, 10 Desa dari 6 Kecamatan Disoroti, Ini Lokasi-lokasinya
Shutterstock
Ilustrasi. Stunting 

Angka Stunting Tanjab Timur 40,9 Persen, 10 Desa dari 6 Kecamatan Disoroti, Ini Lokasi-lokasinya

 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman


TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjadi fokus lokus stunting, dimana terdapat 10 Desa dari Enam Kecamatan yang menjadi lokasi fokus perhatian.


10 desa yang menjadi lokasi lokus stunting di antaranya Desa Kuala Simbur, Padan Lagan, Sinar Wajo, Sungai Beras, Bukulit Tempurus, Kota Kandis, Rantau Rasau, Pematang Mayan Kecamatan Rasau. Tersebar di enam Kecamatan.


"Untuk penetapan Desa Lokus stunting sendiri di Provinsi Jambi selain Tanjung Jabung Timur juga Kabupaten Kerinci, berdasarkan hasil riskesdas yang dilakukan pada tahun 2013 lalu," ujar Kasi Kesehatan keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur, Rina.


Dikatakannya pula, terdapat beberapa indikator yang menjadi penyebab lokus stunting ditentukan di beberapa Desa tersebut. Di antaranya yang menjadi penyebab karena buruknya sanitasi meski ada beberapa juga yang sudah ODF.


Sejauh ini melalui lokus stunting ini, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap 10 Desa tersebut dan melakukan, sosialisasi serta penguatan kader. Di mana penanganan stunting ini sangat baik dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan.


"Jadi bukan saja mereka yang sudah menjadi suspek, namun mereka yang masih dalam kandungan atau calon calon ibu di masa mendatang," jelasnya.


Berdasarkan hasil riskesdas angka stunting Tanjab Timur tahun 2013 mencapai 48,5 persen balita yang berstatus stunting (terbilang tinggi), dari seluruh balita yang ada di tahun tersebut dimana standar WHO harus di bawah 20 persen.


Untuk saat ini berdasarkan hasil pengukuran balita di tahun 2018 seluruh balita, meski belum 100 persen dilakukan pengukuran hanya 15 persen saja yang telah dihitung namun belum semua data masuk.

 

Di mana 15 persen tersebut hanya penghitungan dari 11 kecamatan dan 93 Desa kelurahan namu masi data acak belum keseluruhan.


"Dari hasil riskesdas 2018 riset terbaru mereka data stunting 40,9 persen. Dan dari riset kita masih 15 persen namun belum secara keseluruhan. Kalo dilihat dari hasil riskesdas memang terjadi penurunan kasus," jelasnya.


Permasalah stunting sendiri lebih diakibatkan permasalahan gizi, sanitasi. Sementara faktor keturunan tidak terlalu berpengaruh. Selain berdampak pada fisik juga berpengaruh pada IQ otak. Maka penanganan 1000 hari pertama hidup itu sangat penting.


"Target ke depan, perlu peran aktif lintas OPD untuk menyelesaikan masalah stunting. Bagi yang sudah terkena, untuk penanganan ya bisa diatasi dengan catatan di bawah usia 2 tahun jika di atas usia tersebut maka akan sulit," jelasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved