Tukang Kerupuk Naik Haji, Awalnya Cuma Rp 5.000 per Hari dari Tahun 2011

Setelah uangnya terkumpul hingga Rp 25 juta, Darini mendaftarkan seorang diri untuk berangkat haji pada 2011.

Tukang Kerupuk Naik Haji, Awalnya Cuma Rp 5.000 per Hari dari Tahun 2011
IST
Ilustrasi. Jamaah calon haji asal Kabupaten Sarolangun. 

Tukang Kerupuk Naik Haji, Awalnya Cuma Rp 5.000 per Hari dari Tahun 2011

Setelah uangnya terkumpul hingga Rp 25 juta, Darini mendaftarkan seorang diri untuk berangkat haji pada 2011.

TRIBUNJAMBI.COM-Kumpulkan uang Rp 5000 per hari selama 28 tahun, Tri Darini (53) seorang penjual kerupuk berhasil meraih cita-citanya menunaikan haji tahun ini.

Pada tahun 2011, Darini mendaftarkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji saat tabungannya mencapai Rp 25 juta.

Setelah mendaftar, Darini tetap melanjutkan kebiasaannya menabung untuk melunasi biaya haji sebesar Rp 36 juta per orang.

 Tri Darini (53), penjual kerupuk asal Dukuh Kenangan RT 003, RW 004, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah naik haji setelah 28 tahun mengumpulkan uang, Jumat (5/7/2019).
Tri Darini (53), penjual kerupuk asal Dukuh Kenangan RT 003, RW 004, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah naik haji setelah 28 tahun mengumpulkan uang, Jumat (5/7/2019). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Darini mengatakan, setiap hari dirinya berjualan kerupuk dengan menggunakan sepeda onthel. Ia berangkat pukul 05.30 WIB dan pulang pukul 09.30 WIB.
Pekerjaan itu sudah Darini geluti sejak 28 tahun setelah dirinya menikah dengan Teguh Waluyo (53).
Meski hasilnya tidak menentu, Darini dengan tekun menyisihkan sedikit demi sedikit uang hasil berjualan kerupuk.
Setiap hari dirinya mengumpulkan uang sebesar Rp 5.000 untuk ditabung.

"Tiap hari saya mengumpulkan uang Rp 5000. Setelah sebulan terkumpul uangnya saya bawa ke bank untuk ditabung," kata Darini ditemui Kompas.com di rumahnya, Jumat (5/7/2019).

Setelah uangnya terkumpul hingga Rp 25 juta, Darini mendaftarkan seorang diri untuk berangkat haji pada 2011.

Perempuan kelahiran 1 Maret 1966 ini tetap melanjutkan kebiasaannya menabung untuk melunasi biaya haji sebesar Rp 36 juta per orang.

"Alhamdulillah tahun ini saya bisa berangkat naik haji," ujar ibu dua anak.

Darini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 gelombang pertama dari Kabupaten Klaten.

Halaman
12
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved