Pencuri Sepeda Rp 11 Juta di Jambi Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Ahmad Supriadi bersama rekannya melintas di depan toko Edsel Shop dan melihat beberapa sepeda yang terletak di luar toko.

Pencuri Sepeda Rp 11 Juta di Jambi Dituntut 2,5 Tahun Penjara

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pencuri sepeda gunung dituntut penjara 2,5 tahun di Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (4/7).

Sebelumnya diketahui toko sepeda milik Blasius di kawasan Simpang Mangga Pasar Kota Jambi sedang sepi. Dia menyuruh anak buahnya mengambil sepeda yang diparkir di depan toko. Namun, anak buahnya terkejut. Sepeda telah hilang.

Lantas berita kehilangan disebar melalui sosial media. Supriadi selaku pencuri tertangkap seketika. Dia tak melihat-lihat lagi ada CCTV yang merekam perbuatannya.

“Kamu punya anak? Dimana keluarga?” tanya Yandri Roni selaku ketua majelis hakim.

“Punya pak. Di Bayung Lincir,” katanya.

Baca: Warga Koto Lanang Diringkus Polres Kerinci, Polisi Temukan Sabu 1,93 gram

Baca: Transparansi Pemkab Tanjab Barat, Buka-bukaan soal APBD Perubahan

Baca: Honda SH150i Tampil dengan Warna Baru, Ini Kelebihan Skutik Rp 41,9 Juta

Baca: Ketemu Heru Santoso, Robby Minta Imigrasi Buka Unit Layanan Paspor di Muara Sabak

Baca: Bupati Cek Endra Marah, Kantor Dishub Sarolangun Disebut Macam Gudang

Semua bermula pada Selasa 19 Maret 2019 pada pukul 14.22 WIB di Kecamatan Pasar. Ahmad Supriadi bersama rekannya melintas di depan toko Edsel Shop dan melihat beberapa sepeda yang terletak di luar toko. Karena sepi muncullah niat untuk mengambil salah satu sepeda.

Karim yang merupaka rekan Supriadi memantau situasi dan satu sepeda MTB (Mountain Bike) merk Merida warna abu-abu milik Basius Hermanto pun langsung diangkut Supriadi ke atas sepeda motor yang dikemudikan Karim.

Selanjutnya terdakwa Karim  bermaksud menjual sepeda tersebut. Namun, melihat informasi kehilangan sepeda di sosial media Karim panik lantas mengurungkan niat menjual.

Lalu Karim meletakkan sepeda tersebut di sekitar lapangan sepak bola dekat tempat tinggal mereka. Selanjutnya pada Selasa tanggal 26 Maret jam 11.00 WIB Supriadi ditangkap oleh pihak kepolisian. Sedangkan Karim belum tertangkap.

“Berapa kerugiannya?” tanya Yandri Roni selaku ketua majelis hakim, pada Kamis (13/6)

“Saya mengalami kerugian sekitar 11 juta rupiah,” kata Blasius.

Supriadi pun dijerat pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved