Berita Jambi

Luas Lahan Pertanian Pangan di Jambi Diperkirakan Tinggal 90 Ribu Ha Pemprov Minta Pemkab Buat Perda

Pemprov Jambi bersama DPRD tengah menggodok peraturan daerah (Perda) tentang perlindungan kawasan pertanian pangan

Luas Lahan Pertanian Pangan di Jambi Diperkirakan Tinggal 90 Ribu Ha Pemprov Minta Pemkab Buat Perda
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jambi Akhmad Maushul 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Luasan lahan pertanian pangan di Provinsi Jambi kian hari alami degradasi.

Untuk antisipasi hal tersebut Pemprov Jambi bersama DPRD tengah menggodok peraturan daerah (Perda) tentang perlindungan kawasan pertanian pangan berkelanjutan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jambi Akhmad Maushul menyampaikan, perlindungan lahan pertanian pangan diatur di dalam undang-undang nomor 41 tahun 2019.

Kemudian dijabarkan di dalam PP dan Peraturan Menteri Pertanian tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Lanjut Maushul, Pemerintah Kabupaten/Kota wajib menetapkan Perda perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Sementara Pemerintah Provinsi menetepkan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B).

Baca: LIVE STREAMING Persebaya vs Persib Bandung, Head to Head Persebaya Unggul 4 Kemenangan di 8 Laga

Baca: Hari Jumat Hari Istimewa, Jangan Lewatkan Berdoa di Waktu Bada Ashar, Doa Bakal Dikabulkan

Baca: VIDEO:Penjambret Kalung Nenek Gendong Balita di Tanjung Duren Meneteskan Air Mata, Ini Pengakuannya

Untuk LP2B, kata Maushul saat ini baru ada tiga Kabupaten di Provinsi Jambi yang sudah menetapkan Perda.

Yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur serta Kabupaten Batang Hari.

"Mudah-mudahan tahun ini dua Kabupaten yang nyusul, yaitu Tebo dan Kerinci, kalau tidak salah," ujarnya.

Disampaikan Maushul, hingga saat ini belum diketahui secara pasti luasan lahan pertanian pangan di Provinsi Jambi, sebab masih banyak Kabupaten Kota yang belum menetapkan Perda LP2B nya.

Namun dia memperkirakan luas lahan pertanian pangan di Provinsi Jambi berkisar 80 - 90 ribu hektar.

"Secara bertahap Ini akan kita rangkum, luasan-luasan dari masing-masing Kabupaten terutama yang belum menetapkan Perda. Kalau yang sudah menetapkan, kan sudah ada luasanya. Yang belum nanti akan kita bantu-bantu dari data spasial," ujarnya.

Diakui Kadis Tanaman Pangan, kian tahun luasan lahan pertanian pangan di Provinsi Jambi semakin menurun disebabkan alih pungsi lahan menjadi perkebunan sawit, perumahan maupun menjadi pertambangan emas tanpa Izin.

Didalam Perda perlindungan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang tengah digodok ini akan diatur pasal-pasal sanksi yang akan diberikan, kepada petani yang mengalih pungsikan lahanya jika telah ditetapkan menjadi LP2B.

"Tapi sanksi nya itu bertahap dan berjenjang. Tidak serta merta langsung pidana. Ada teguran dan sanksi administratif dulu," pungkasnya.

Baca: Yunarto Wijaya Tertawa Terbahak-bahak saat Jansen Ungkit Jasa Demokrat hingga Jokowi Jadi Presiden

Baca: Rekam Jejak Prananda Paloh, AHY, Angela Tanoesoedibjo & Emil Dardak, Kandidat Calon Menteri Jokowi

Baca: Kapten Abdul Rivai Penuhi Janji jadi Orang Terakhir, Ingat 431 Orang Tewas Kapal Tampomas II

Penulis: Zulkifli
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved