Dianggap Sebagai Provokator, Tujuh Mahasiswa Unaja Terancam Skorsing

Badan Pengawas Harian (BPH) Dr. Eko Kuswandono menyampaikan ada tujuh mahasiswa Unaja yang akan mendapatkan sanksi skorsing.

Dianggap Sebagai Provokator, Tujuh Mahasiswa Unaja Terancam Skorsing
Tribunjambi/Nurlailis
Badan Pengawas Harian (BPH) Dr. Eko Kuswandono menyampaikan ada tujuh mahasiswa Unaja yang akan mendapatkan sanksi skorsing. 

Dianggap Sebagai Provokator, Tujuh Mahasiswa Unaja Terancam Skorsing

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sehubungan dengan kejadian demo yang dilakukan mahasiswa Universitas Adiwangsa Jambi (Unaja) pada Selasa (2/7) dan Kamis (4/7), Badan Pengawas Harian (BPH) Dr. Eko Kuswandono menyampaikan ada tujuh mahasiswa Unaja  yang akan mendapatkan sanksi skorsing.

“Tujuh orang memang di skorsing sudah ada suratnya dan kita kaji sejauh mana mereka terlibat. Jadi tidak ada DO, adanya skorsing sebagai efek jera,” ungkapnya, Jumat (5/6).

Ia menyampaikan tujuh orang ini diduga sebagai provokasi dalam aksi yang berlangsung sebelumnya. Skorsing akan berlangsung selama satu tahun.

Awal mula aksi ini ia menyampaikan pada 21 Mei 2019 ada mahasiswa melaksanakan kegiatan di luar kampus yaitu di KPU dengan membawa atribut kampus. Namun mereka tidak izin dengan pihak kampus untuk itu mereka dipanggil.

Baca: 243 Kontingen se Indonesia akan Berebut Juara di Kejurnas Dayung Jambi

Baca: Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes di Bungo Masih Tahap Penyidikan

Baca: Ditangkap Tengah Malam, 4 Terdakwa Narkotika Hanya Menganggung-angguk di Persidangan

Baca: Pemkab Sarolangun Segera Ajukan Draft APBD-P ke Dewan

Baca: VIDEO: Kebahagiaan Vanessa Angel Pasca Bebas dari Penjara, Senyum Makin Merekah Siap Jemput Rezeki

Dari situ mahasiswa justru tidak puas dengan pemanggilan sehingga mengajak mahasiswa lain untuk membuat tuntutan yang menurutya tidak pas dengan lingkungan kampus. Salah satunya unaja creativ sebagai wadah untuk berkreasi yaitu setingkat BEM.

“Namun sudah peraturan dari kampus adalah unaja creativ bukan BEM. Mereka juga menuntut turunnya pejabat. Mengenai tuntutan layanan juga by proces karena lembaga ini baru berdiri dua tahun. Saya berharap mahasiswa di Unaja ini menjadi harapan bangsa dan mampu menjadi creativ dan siap kerja,” jelasnya.

Puncak aksi adalah pada Kamis (4/7), mahasiswa keluar dari kampus dengan membawa barang-barang karena pihak kampus tidak dapat memenuhi tuntutan.

Hingga saat ini proses belajar mengajar tetap dilakukan. Jumlah mahasiswa yang bertahan disini 10-15 orang.

Beberapa tuntutan mahasiswa Unaja yaitu meminta Unaja creative menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), transparansi dan kejelasan keuangan, kebebasan menggunakan almamater, perbaikan pelayanan, dan pergantian beberapa pejabat di Unaja. (Lai)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved