Aktivitas Illegal Drilling Ancam Kebakaran Hutan di Tahura Batanghari

Aktivitas illegal drilling di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Aktivitas Illegal Drilling Ancam Kebakaran Hutan di Tahura Batanghari
Istimewa
Foto penampakan lokasi minyak ilegal di Kabupaten Batanghari dari udara.Foto penampakan lokasi minyak ilegal di Kabupaten Batanghari dari udara. 

Aktivitas Illegal Drilling Ancam Kebakaran Hutan di Tahura Batanghari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Aktivitas illegal drilling di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dari 15. 830 hektare kawasan Tahura saat ini, skitar 200 hektare rawan dan terancam kebakaran. Pasalnya, di beberapa kawasan Tahura terdapat aktivitas penambangan minyak secara ilegal yang sewaktu-waktu dapat memicu terjadinya kebakaran.

Selian itu, di beberapa titik lokasi dalam kawasan Tahura terdapat lokasi pembakaran arang yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga aktivitas tersebut sangat berbahaya, terlebih sebagian besar vegetasi di Tahura tersebut saat ini dalam keadaan kering.

Kawasan Tahura yang termasuk dalam wilayah rawan kebakaran yakni kawasan yang berada di Desa Bungku dan Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Baca: Pencuri Sepeda Rp 11 Juta di Jambi Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Baca: Warga Koto Lanang Diringkus Polres Kerinci, Polisi Temukan Sabu 1,93 gram

Baca: Transparansi Pemkab Tanjab Barat, Buka-bukaan soal APBD Perubahan

Baca: Back to School Matahari Beri Diskon hingga 75 Persen

Baca: Bupati Cek Endra Marah, Kantor Dishub Sarolangun Disebut Macam Gudang

Karena di kawasan tersebut terdapat aktivitas penambangan minyak secara ilegal. Selain itu, dikawasan Pal 10 - Pal 15 Dusun Senami juga merupakan kawasan rawan kebakaran, karena di beberapa titik dalam wilayah itu terdapat aktivitas pembakaran arang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Sampai sekarang aktivitas di sana masih saja berlangsung. Sekarang sudah masuk musim kemarau. Dikhawatirkan bisa saja terjadi karhutla," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari, Parlaungan, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Jumat (5/7).

Hal ini sempat disampaikan pada rapat di Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHL) belum lama ini.

"Inti dari rapat tersebut bahwa KLHK akan melaporkan kegiatan illegal drilling di Provinsi Jambi kepada Menkopolhukam agar segera ditindak lanjuti," katanya.

Tahura sempat terbakar pada 2015 silam dengan memakan waktu pemadaman selama 15 hari. Berkaca dari pengalaman itu, pihaknya melakukan antisipasi dengan pencegahan dini. Jangan sampai ada titik api satupun yang terjadi di kawasan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved