Sulit Dapat Gas Subsidi, Warga Alam Barajo Beli di Warung Rp 30 per Tabung

Warga di Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi kesulitan untuk mendapatakan gas subsidi.

Sulit Dapat Gas Subsidi, Warga Alam Barajo Beli di Warung Rp 30 per Tabung
Tribunjambi/Rohmayana
Gas subsidi sulit ditemukan di Kecamatan Alam Barajo. 

Sulit Dapat Gas Subsidi, Warga Alam Barajo Beli di Warung Rp 30 per Tabung

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Warga di Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi kesulitan untuk mendapatakan gas subsidi.

Tidak meratanya sebaran pangkalan gas subsidi menjadi penyebab utama. Untuk mendapatkan gas 3 kg itu, terkadang masyarakat harus mengantre panjang. Tak sedikit warga yang mengorbankan waktunya hingga 1 hari penuh hanya untuk mendapat satu tabung gas subsidi.

Hal ini diungkapkan, Shobari ketua RT 09, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Ia menyebutkan di RT 09 yang dipimpinnya sedikitnya ada 500 kepala keluaraga (KK), belum lagi ada sejumlah RT di sekelilingnya.

“Di sini tidak ada pangkalan gas 3 kg. Warga terus mengeluh kepada RT terkait gas subsidi ini,” kata Shobari, Kamis, (4/7).

Baca: Waspadai El Nino, Ini Langkah Disnakan Bungo Antisipasi Kekurangan Pakan Ternak

Baca: Diskon 50 Persen mencuci di Maureen Wash Laundromat

Baca: Rapat Pleno Penetapan Kursi dan Calon Terpilih Batal, KPU Muarojambi Tunggu Surat dari MK

Baca: Di Kemenko Kemaritiman RI, Haris Sebut Geopark Merangin Terlengkap di Dunia

Baca: Puncak Kemarau, BPBD Sarolangun Temukan Satu Titik Api di Pauh

Shobari menyebutkan, pangakalan gas di Kenali Besar ada di RT 01, yang lokasinya di sekitar Simpang Rimbo. Sebagian warganya ada yang mengambil gas subsidi di sana.

“Pangkalan jauh dari RT kami. Dan di sana harus anterian panjang. Datang pagi, sore baru mendapatkan gas 3 kg. Kadang ada yang tidak kebagian juga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Shobari menyebutkan, karena sulitnya mendapatkan gas subsidi pangkalan, sebagian warganya terpaksa harus beli gas subsidi di warung eceran dengan harga yang tinggi.

“Mau tidak mau warga beli di warung-warung, yang harganya Rp 30 ribu per tabung,” imbuhnya.

Kata Shobari, sudah seharusnya di lingkungannya ada pangkalan gas subsidi, supaya warga di sana tak kesulitan lagi mendapatkan gas subsidi. “Gas subsidi itukan untuk masyarkat berpengahasilan rendah. Kalau penyalurannya tidak sampai dan tidak tepat sasaran untuk apa ada subsidi,” sebutnya.

Sementara Doni Sumatriadi, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperind) Kota Jambi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mulai menata pemerataan penyaluran gas susidi di Kota Jambi.

Kata Dia, ada riabuan kuota gas subsidi yang suduah pindahkan ke sejumlah titik yang masih kekurangan.

Baca: Mulai Difungsikan, Dinas Peternakan Sungai Penuh Minta Warga Potong Sapi di RPH

Baca: Pemprov Jambi Ajukan Rp 1,3 Miliar untuk Seleksi CPNS dan P3K 2019

Baca: SMPN 6 Muarojambi Buka PPDB, Panitia Akui Tak Ada Kendala dengan Sistem Zonasi

Baca: KPU Bungo Beberkan Alasan Penetapan Caleg Terpilih Ditunda

“Ada sekitar 8.000 tabung yang kita pindahkan dari Jelutung dan Alam Barajo ke Kecamatan Telanaipura dan Danau Sipin. Yang kita pindahkan kuotanya, bukan pangkalannya,” ungkapnya.

Doni menyebutkan, proses pemindahan kuota tersebut sudah selesai dilakukan, dengan itu diharapkan ada pemerataan dan memudah masyarakat untuk mendapatkan gas susbisdi.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved