Puncak Kemarau, BPBD Sarolangun Temukan Satu Titik Api di Pauh

BPBD Sarolangun, berhasil mendeteksi satu titik api di Kecamatan Pauh. Triyanto, Kepala BPBD Sarolangun mengatakan titik api mulai bermunculan.

Puncak Kemarau, BPBD Sarolangun Temukan Satu Titik Api di Pauh
Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto
Petugas tim gabungan melihat lokasi lahan yang bekas terbakar di Sarolangun. 

Puncak Kemarau, BPBD Sarolangun Temukan Satu Titik Api di Pauh

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-BPBD Sarolangun memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga Oktober 2019. Kondisi tersebut berpotensi terjadinya Karhutla.

BPBD Sarolangun, berhasil mendeteksi satu titik api di Kecamatan Pauh.

Triyanto, Kepala BPBD Sarolangun mengatakan memasuki bulan Juli, titik api mulai bermunculan.

Hasil pantauan titik api berada di Desa Spintun, Kecamatan Pauh tepatnya di wilayah perkebunan.
“Iya kita mendapati satu titi api di Desa Spintun, pantauan di wilayah perkebunan,” kata Triyanto.

Triyanto melanjutkan, telah melakukan berbagai langkah antisipasi dalam pencegahan meluasnya titik api tersebut dengan berkoordinasi pihak terkait seperti manggala agni dan TRC.

Baca: Mulai Difungsikan, Dinas Peternakan Sungai Penuh Minta Warga Potong Sapi di RPH

Baca: Pemprov Jambi Ajukan Rp 1,3 Miliar untuk Seleksi CPNS dan P3K 2019

Baca: SMPN 6 Muarojambi Buka PPDB, Panitia Akui Tak Ada Kendala dengan Sistem Zonasi

Baca: KPU Bungo Beberkan Alasan Penetapan Caleg Terpilih Ditunda

Menurutnya jika mengacu tahun sebelumnya, Kabupaten Sarolangun termasuk salah satu wilayah yang memiliki potensi Karhutla yang cukup tinggi.

Ada beberapa kecamatan yang diangggap rawan, seperti di Kecamatan Mandiangin, Pauh, Bathin VIII dan Limun.

Dirinya beharap masyarakat khusunya pemilik lahan untuk tidak melakukan melakukan perluasan lahan dengan cara membakar. Salah satunya melakukan hal kecil yaitu jangan membuang puntung rokok sembarangan

Sementara itu pihak Manggala Agni Sarolangun kini gencar melakukan patroli rutin dengan diiringi aksi berupa sosialisasi kepada masyarakat bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Sosialisasi dilakukan berupa pendekatan persuasif dengan masyarakat betapa dampak membakar lahan sangat merugikan bahkan bisa diancam pidana.

"Masih kondusif, sampai saat ini kami masih patroli ke daerah yang dianggap rawan," kata Hary, humas Manggaal Agni Sarolangun.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved