PPDB Sistem Zonasi Timbulkan Masalah di Perbatasan, SMP 7 Muaro Jambi Banjir Peminat Dari Kota Jambi

Pelaksanaan Penerimaan Didik Baru (PPDB) dengan sistem Zonasi menimbulkan masalah di Kabupaten Muarojambi

PPDB Sistem Zonasi Timbulkan Masalah di Perbatasan, SMP 7 Muaro Jambi Banjir Peminat Dari Kota Jambi
TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi, Erwanisah 

PPDB Sistem Zonasi Timbulkan Masalah di Perbatasan, SMP 7 Muaro Jambi Banjir Peminat Dari Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pelaksanaan Penerimaan Didik Baru (PPDB) dengan sistem Zonasi menimbulkan masalah di Kabupaten Muarojambi.

Hal inilah yang diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi, Erwanisah.

Ia menyebutkan diharapkan dengan sistem zonasi yang baru diterapkan tahun ini tidak berdampak pada minat anak didik untuk bersekolah.

Ia berharap dengan penerapan sistem zonasi ini tidak ada anak didik yang tidak sekolah.

"Inikan hal yang baru, penerapan zonasi ini tentu menimbulkan suatu masalah terhadap sekolah-sekolah yang penduduknya banyak dan berbatasan dengan kabupaten atau kota lain khususnya di Kabupaten Muarojambi,"terangnya.

Baca: KETIKA Yusril Ihza Harus Menunggu Putusan Tilang 9 Tahun di MA, Sempat Ditawari Calo Bisa Urus

Baca: Pernikahan Sedarah di Bulukumba Buat Ayah Kandung Murka Sampai Minta Anak Diberi Hukuman Berat!

Erwanisah memberikan contoh seperti SMP 7 Muarojambi.

Dikatakannya bahwa banyak anak didik yang dari Kota Jambi ingin masuk ke SMP 7 Muarojambi, sementara anak didik dari Kabupaten Muarojambi juga banyak yang ingin sekolah SMP tersebut.

"Terhadap hal tersebut, kemarin sudah kita rapatkan dengan Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk bagaimana hal ini bisa kita carikan solusinya, karena ini berdekatan,"sebutnya

Di sampaikan oleh Erwanisah bahwa minat anak didik yang dari Kabupaten Muarojambi untuk masuk ke Kota Jambi juga cukup tinggi.

Sehingga berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan tersebut, pihaknya menyepakati untuk memberikan kuota lima persen untuk anak didik di luar zonasi sekolah.

Baca: Pria Jual Istrinya Sampai Tiga Kali, Gara-gara Utang Rp 8 Juta, Sampai Main Bertiga dengan Pelanggan

Baca: Hasil Pilpres 2019, Politisi Gerindra Ini Akui Pendukung Prabowo Terbelah

"Hasil kesepakatan kemarin, kita sepakati bahwa untuk zonasi antar kabupaten kota kita bisa menerima lima persen anak kota masuk ke kita dan begitupun sebaliknya,"sebutnya

Lebih lanjut diterangkan oleh Erwanisah permasalahan sistem zonasi seperti inilah yang terjadi di Kabupaten Muarojambi yang secara letak sekolah, ada yang berdekatan dengan Kota Jambi. Sementara problemnya keinginan anak didik ada yang ingin bersekolah keluar dari Kabupaten Muarojambi ataupun sebaliknya.

"Inilah yang menjadi persoalan, kita harapkan nanti dengan adanya sistem zonasi ini tidak ada anak didik kita yang tidak masuk sekolah,"pungkasnya

Penulis: syamsul
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved