Mulai Difungsikan, Dinas Peternakan Sungai Penuh Minta Warga Potong Sapi di RPH

Setelah lama terbangkalai akhirnya rumah potong hewan Kota Sungai Penuh kembali difungsikan.

Mulai Difungsikan, Dinas Peternakan Sungai Penuh Minta Warga Potong Sapi di RPH
Tribunjambi/Heru
Setelah lama terbangkalai akhirnya rumah potong hewan Kota Sungai Penuh kembali difungsikan. 

Mulai Difungsikan, Dinas Peternakan Sungai Penuh Minta Warga Potong Sapi di RPH

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI -Setelah lama terbangkalai akhirnya rumah potong hewan Kota Sungai Penuh kembali difungsikan. Masyarakat diminta memotong sapi atau hewan potong lainnya ke RPH, agar kesehatan hewan bisa diperiksa sebelum dipotong.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Edi Juarsa mengatakan, RPH di Kota Sungai Penuh telah dibangun sekitar 2007 lalu di Desa Sungai Liuk namun belum pernah beroperasi.

"Kita menargetkan tahun ini RPH sudah bisa beroperasi," ungkapnya.

Sebelumnya sebut Edi, pada momen lebaran kemarin pihaknya sudah memulai aktivitas pemotongan di RPH. Ada satu ekor sapi yang dipotong untuk kebutuhan konsumsi masyarakat pada hari lebaran kemarin.

"Untuk momen Idul Adha mendatang, kita akan mengoperasikan RPH," tegasnya.

Baca: Pemprov Jambi Ajukan Rp 1,3 Miliar untuk Seleksi CPNS dan P3K 2019

Baca: SMPN 6 Muarojambi Buka PPDB, Panitia Akui Tak Ada Kendala dengan Sistem Zonasi

Baca: KPU Bungo Beberkan Alasan Penetapan Caleg Terpilih Ditunda

Baca: Berapa Gaji Jokowi Selama Jadi Presiden? Bandingakan dengan Negara Lain, ada yang Cuma Rp 13 Ribu

Baca: Viral Video Perwira TNI Palsu Nangis saat Ditanyai Anggota Kodim, Makin Histeris saat Digoda Pisau

Edi Juarsa sangat menganjurkan masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan di RPH. Sebab akan mendapatkan daging yang sehat yang telah diperiksa oleh dokter hewan di lokasi RPH.

"Sebelum dan sesudah dipotong kesehatan hewan akan diperiksa, setelah dipotong akan diberikan stempel layak konsumsi dan sehat," jelasnya.

Katanya, jika sudah banyak masyarakat memotong hewan di RPH, maka akan lebih mudah mengendalikan penyakit hewan dan penyebaran penyakit hewan yang bisa menular ke manusia. Karena ada tim medis dokter hewan yang memastikan hewan yang dipotong tidak terjangkit penyakit sebelum dijual ke pasaran.

Disebutkannya, retribusi biaya pemotongan ditetapkan sesuai Perda, yakni Rp 15 ribu perekor. Saat ini fasilitas di RPH sudah lengkap, mulai dari air dan bantuan transportasi untuk mengangkut daging ke pasar. Petugas RPH juga sudah ditempatkan di lokasi RPH.

"Masyarakat boleh membawa penjagal atau pemotong sendiri menggunakan fasilitas yang ada di RPH," sebutnya.

Sebelumnya masyarakat enggan memotong hewan di RPH karena menurut mereka lokasinya jauh dan minim persediaan air. Namun saat ini RPH sudah memiliki dua sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air saat pemotongan.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved